PARADAPOS.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kemitraan strategis dengan Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) untuk memperluas layanan keuangan digital dan pembiayaan ke jantung ekonomi rakyat: pasar tradisional. Kolaborasi yang diteken pada pertengahan April 2026 ini bertujuan mendorong inklusi keuangan dengan mendigitalisasi operasional koperasi pasar serta membuka akses permodalan bagi pedagang, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga kredit produktif lainnya.
Fokus pada Ekosistem Pasar Tradisional
Dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di Menara 2 BTN, Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan pentingnya sektor pasar tradisional dalam struktur perekonomian. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan komitmen untuk membangun akses keuangan yang berbasis ekosistem riil.
"Kerja sama ini menjadi langkah strategis perseroan dalam memperluas akses keuangan berbasis ekosistem. Pasar tradisional merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan," jelas Nixon dalam keterangan tertulisnya.
Program yang dirancang cukup komprehensif, mencakup layanan perbankan digital, digitalisasi retribusi, dan penyaluran pembiayaan. Pendekatannya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha pedagang secara berkelanjutan, bukan hanya sekadar transaksi.
"Melalui kolaborasi dengan INKOPPAS, BTN tidak hanya menghadirkan layanan transaksi digital, tetapi juga membuka akses pembiayaan bagi pedagang anggota koperasi agar kapasitas usaha mereka meningkat secara berkelanjutan," terangnya.
Transformasi Digital untuk Transparansi dan Akses Pembiayaan
Dari sisi koperasi dan pedagang, transformasi digital telah berubah dari pilihan menjadi kebutuhan mendesak. Ketua Umum INKOPPAS, Yudianto Tri, menyambut baik sinergi ini dengan harapan dapat membawa manfaat nyata bagi anggotanya di lapangan.
"Melalui kemitraan ini, kami berharap anggota koperasi dan pedagang pasar mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas, mulai dari pembayaran digital, pengelolaan transaksi, hingga pembiayaan usaha," ujar Yudianto.
Digitalisasi pengelolaan pasar, termasuk retribusi dan integrasi pembayaran, dirancang untuk menciptakan transaksi yang lebih transparan dan efisien. Poin kritisnya terletak pada rekam jejak digital yang dihasilkan. Data transaksi yang terdokumentasi dengan baik ini menjadi kunci, karena dapat berfungsi sebagai track record yang membantu lembaga keuangan menilai kelayakan kredit dengan lebih akurat dan terukur.
Implementasi di Lapangan
Untuk mewujudkan hal tersebut, sejumlah inisiatif konkret akan dijalankan. Pemasangan QRIS Bale Merchant dan mesin EDC akan digencarkan untuk memudahkan pembayaran non-tunai. Kehadiran Bale Agen di lokasi koperasi atau pengelola pasar diharapkan bisa menjembatani kebutuhan perbankan dasar. Lebih jauh, BTN juga menyiapkan layanan community apps khusus yang dirancang untuk menunjang aktivitas usaha sekaligus memperkuat ikatan dalam ekosistem komunitas pedagang pasar.
Kemitraan antara BTN dan INKOPPAS ini dipandang sebagai langkah awal. Kedua pihak berkomitmen untuk terus mengeksplorasi pengembangan layanan, mulai dari digitalisasi internal koperasi hingga penyediaan produk keuangan yang lebih komprehensif. Pada akhirnya, sinergi ini diharapkan tidak hanya mempercepat modernisasi pasar tradisional, tetapi juga secara nyata memperluas kesempatan bagi jutaan pedagang untuk mengembangkan usahanya dengan dukungan permodalan yang lebih layak.
Artikel Terkait
Squad Nusantara Bagikan 100 Liter Bensin Gratis untuk Pengemudi Becak di Lamongan
Kaltim Rancang Insentif Khusus untuk Pemerataan Dokter Spesialis ke Pedalaman
BPMP Kepri Gelar Forum Publik untuk Tingkatkan Transparansi dan Layanan Inklusif
KPK: Motif Pribadi Juga Picu Korupsi Kepala Daerah Pilkada 2024