Iqbaal Ramadhan Habiskan 3 Jam Sehari untuk Riasan Prostetik di Film Monster Pabrik Rambut

- Senin, 20 April 2026 | 18:00 WIB
Iqbaal Ramadhan Habiskan 3 Jam Sehari untuk Riasan Prostetik di Film Monster Pabrik Rambut

PARADAPOS.COM - Aktor Iqbaal Ramadhan menjalani proses transformasi fisik yang intens untuk perannya sebagai Bona dalam film horor terbaru, "Monster Pabrik Rambut". Dalam film yang dijadwalkan tayang 4 Juni 2026 ini, Iqbaal memerankan anak bungsu dengan kemampuan regenerasi tubuh, yang mengharuskannya melalui proses riasan prostetik rumit dan penggunaan lensa kontak khusus selama berjam-jam sebelum syuting dimulai.

Totalitas di Balik Karakter Bona

Untuk menghidupkan karakter Bona, Iqbaal Ramadhan harus bersabar menjalani proses riasan yang sangat detail dan memakan waktu. Setiap hari, ia menghabiskan sekitar dua jam hanya untuk pemasangan prostetik di wajah, yang merambah hingga area sensitif di sekitar mata.

"Make-up-nya aja tuh udah 2 jam sendiri untuk karakter Bona ini karena prostetiknya banyak sampai ke mata-mata gitu," ungkapnya saat ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Senin, 20 April 2026.

Transformasi itu tidak berhenti di situ. Aktor yang dikenal serba bisa ini juga harus membiasakan diri dengan lensa kontak bertema horor untuk menyempurnakan penampilan karakternya, menambahkan dimensi visual yang mencekam.

"Softlens-nya terus yang horor-horor itu loh, kayak gede gede gitu merah-merah darah gitu-gitu deh," tuturnya menggambarkan aksesori penunjang peran tersebut.

Komitmen Waktu di Luar Adegan

Komitmen waktu yang dibutuhkan jauh melampaui proses aplikasi riasan. Setelah syuting usai, Iqbaal masih harus melalui proses pelepasan seluruh atribut prostetik dan riasan khusus tersebut, yang memakan waktu tambahan sekitar satu jam. Artinya, total hampir tiga jam dari harinya dialokasikan hanya untuk urusan penampilan fisik karakternya, belum termasuk adegan syuting yang memerlukan persiapan teknis lainnya.

"Jadi, udah 3 jam sendiri itu udah hanya untuk mempersiapkan belum kalau ada tadi praktikal-praktikal efek yang juga tergabung di stunt tadi," jelas Iqbaal mengenai dedikasinya.

Eksplorasi Seni dan Pilihan Efek Praktikal

Bagi Iqbaal, peran dalam "Monster Pabrik Rambut" merupakan sebuah eksplorasi seni yang menantang dan berbeda dari proyek sebelumnya. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk menawarkan sesuatu yang segar, baik bagi perkembangan kariernya sendiri maupun bagi penonton film Indonesia.

"Seninya kayak menawarkan hal yang belum pernah saya lakukan secara pribadi dan juga menjadi harapannya menjadi hiburan baru buat temen-temen yang nanti nonton ke bioskop," ucapnya.

Ia juga menyoroti pendekatan kreatif di balik layar. Iqbaal mengapresiasi sutradara Edwin dan tim Palari Films yang sengaja memilih menggunakan efek praktikal atau efek fisik langsung di lokasi syuting, ketimbang mengandalkan efek digital semata. Pilihan ini, menurutnya, memberi nuansa autentik dan "kasar" yang justru lebih bernyawa.

"Di zaman semuanya ini gampang banget untuk menjadi sempurna di saat semuanya itu gampang banget untuk menjadi tidak ada celah gitu tapi justru Bung Edwin dan Palari ini tim produser juga 'nggak justru kita pengen cari yang raw'," pungkas Iqbaal.

Mengintip Cerita "Monster Pabrik Rambut"

Film ini tidak hanya menampilkan transformasi Iqbaal Ramadhan, tetapi juga dihiasi nama-nama besar seperti Rachel Amanda, Lutesha, Sal Priadi, Luqman (Kak Kev), dan maestro tari Didik Nini Thowok. "Monster Pabrik Rambut" mengisahkan dua saudara, Putri (Rachel Amanda) dan Ida (Lutesha), yang terpaksa bekerja di pabrik rambut PT Raga Abadi untuk melunasi utang ibu mereka.

Di balik kerja keras mereka, teror misterius mulai mengintai, perlahan mengungkap rahasia kelam di balik kematian sang ibu yang ternyata terkait dengan sosok hitam yang bersembunyi di dalam pabrik. Film ini dijadwalkan menghantui bioskop-bioskop di seluruh Indonesia mulai 4 Juni 2026.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar