PARADAPOS.COM - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad AG (11), remaja yang hilang terseret arus Kali Ciliwung sejak Selasa (21/4). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Jakarta Utara pada Kamis (23/4), setelah pencarian berlangsung selama dua hari. Penemuan ini mengakhiri operasi penyisiran yang melibatkan Basarnas, BPBD, kepolisian, dan masyarakat setempat.
Kronologi Penemuan Jasad
Jasad AG pertama kali ditemukan di perairan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara. Lokasi ini cukup jauh dari titik awal kejadian di Jalan Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jatinegara. Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya, AKBP Ardhie Demastyo, membenarkan penemuan tersebut.
“Korban ditemukan di perairan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara hari ini,” ungkapnya di Jakarta.
Proses pencarian pada hari terakhir cukup intensif. Tim menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet, sementara pemantauan visual dilakukan dari jalur darat. Radius pencarian mencapai 13 kilometer dari lokasi awal korban tenggelam.
Penanganan Jenazah dan Keluarga
Setelah ditemukan, jasad AG langsung dievakuasi. Sebelum dipulangkan ke rumah duka, korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggunakan ambulans untuk keperluan visum. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan proses ini sebagai bagian dari prosedur standar.
Pihak keluarga telah mengambil keputusan tegas terkait penanganan jenazah. “Pihak keluarga menolak melakukan autopsi dan akan membawa jasad untuk dikuburkan,” tambah Ardhie.
Akhir Operasi Pencarian
Dengan ditemukannya AG, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Desiana Kartika Bahari menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat.
“Jasad korban ditemukan di wilayah perairan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara setelah dilakukan pencarian,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras personel Basarnas dan Tim SAR gabungan. Penyisiran sungai dilakukan secara konsisten tanpa henti sejak hari pertama. Desiana juga berterima kasih kepada BPBD DKI Jakarta, kepolisian, pemadam kebakaran, dan warga sekitar yang bahu-membahu dalam operasi kemanusiaan ini.
Di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, suasana duka masih terasa. Warga yang sejak awal membantu pencarian kini perlahan membubarkan diri. Operasi yang melelahkan ini akhirnya menemukan titik terang, meski dengan hasil yang tidak diharapkan banyak pihak.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Bandung Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.26 WIB, Subuh 04.36 WIB
Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas demi Wujudkan Institusi Inklusif
Fenomena Marapthon Reza Arap Dinilai Jadi Cermin Perubahan Kebiasaan Konsumsi Media Digital
Timnas Indonesia Kunci Dua Kemenangan Beruntun, John Herdman Soroti Pentingnya Momentum