Yayasan Swatantra Pangan Nusantara Gencarkan Edukasi Ketahanan Pangan Sejak Dini di Trenggalek

- Jumat, 24 April 2026 | 07:25 WIB
Yayasan Swatantra Pangan Nusantara Gencarkan Edukasi Ketahanan Pangan Sejak Dini di Trenggalek
PARADAPOS.COM - Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) menggandeng sejumlah sekolah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, untuk menggencarkan edukasi ketahanan pangan sejak dini. Program ini menyasar SDN 2 Sukorejo, SDN 4 Sukorejo, dan SMPN 1 Gandusari, dengan menggabungkan materi teori dan praktik pertanian langsung di lahan sekolah. Tujuannya, menanamkan kesadaran akan kemandirian pangan dan mendukung program swasembada pangan nasional.

Praktik Pertanian di Lahan Sekolah

Alih-alih hanya mendengar ceramah di dalam kelas, para siswa diajak langsung turun ke lapangan. Mereka memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekolah dengan media tanam polybag. Beragam jenis tanaman, mulai dari sayur-sayuran hingga buah-buahan, menjadi objek praktik yang menyenangkan bagi peserta didik. Tahapan edukasi dilakukan secara menyeluruh dan bertahap. Prosesnya dimulai dari pengolahan tanah, dilanjutkan dengan penanaman bibit, hingga perawatan rutin yang harus dilakukan sampai tiba masa panen. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya memahami teori bercocok tanam, tetapi juga merasakan langsung prosesnya dari awal hingga akhir.

Membangun Karakter Lewat Bertani

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, program ini memiliki nilai lebih dari sekadar urusan pangan. Ia melihat kegiatan ini sebagai sarana pembentukan karakter bangsa atau nation and character building bagi generasi muda. "Jadi sejak kecil anak-anak diajari untuk bagaimana punya tanggung jawab," ujar Bupati Nur Arifin. Melalui proses menanam, merawat, hingga nantinya mengonsumsi hasil panen sendiri, para siswa belajar tentang arti tanggung jawab dan kemandirian. Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap gerakan ini mampu menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar