PARADAPOS.COM - Sebanyak 170 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kupang resmi dilantik oleh Wali Kota Christian Widodo pada Selasa, 28 April 2026. Pelantikan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang ini mencakup 87 jabatan Administrator, 60 Kepala Sekolah, dan 23 jabatan Fungsional. Dari jumlah tersebut, tiga posisi strategis diisi oleh Camat Alak, Camat Maulafa, dan Camat Oebobo. Acara ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Serena C. Francis, Sekretaris Daerah Jeffry E. Pelt, Ketua TP PKK Widya Cahya, serta jajaran staf ahli dan camat se-Kota Kupang.
Penataan Birokrasi dan Penguatan Pelayanan
Pelantikan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menata birokrasi dan memperkuat pelayanan publik. Suasana di aula rumah jabatan tampak khidmat saat para pejabat mengucapkan sumpah dan janji. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan keseriusan agenda ini dalam roda pemerintahan Kota Kupang.
Empat Pilar Kepemimpinan dari Wali Kota
Dalam sambutannya, Christian Widodo menekankan empat poin utama yang harus menjadi pedoman bagi seluruh pejabat yang baru dilantik. Poin-poin tersebut meliputi bekerja dengan sistem, menjaga kekompakan, menjunjung tinggi integritas, dan terus berinovasi.
Pada poin pertama, ia menyoroti pentingnya membangun birokrasi berbasis sistem yang kuat, terukur, dan berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya bersifat reaktif, tetapi harus mampu menciptakan mekanisme kerja yang mencegah persoalan sejak awal.
“Saya tidak mau kerja gali lubang tutup lubang. Kita harus bangun fondasi dan kerangka kerja yang benar,” ujarnya.
Selanjutnya, ia mengingatkan soal kekompakan. Seluruh perangkat daerah diminta meninggalkan budaya saling menyalahkan dan mulai membangun kerja kolaboratif lintas sektor.
“Semua persoalan kota adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kita harus bergerak sebagai satu tim,” tegasnya.
Integritas dan Inovasi sebagai Nilai Dasar
Pada poin ketiga, Wali Kota menyoroti pentingnya integritas sebagai nilai dasar seorang pejabat. Ia menegaskan bahwa integritas adalah kemampuan untuk tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang mengawasi.
“Lakukan hal yang benar sekalipun tidak ada yang melihat. Itulah integritas,” pesannya.
Sementara itu, pada poin terakhir, ia mendorong seluruh pejabat untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Inovasi, menurutnya, tidak harus besar atau kompleks, tetapi dapat dimulai dari langkah sederhana yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Kesungguhan dan Loyalitas yang Diharapkan
Menutup arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa dirinya tidak menuntut kesempurnaan dari seluruh aparatur. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya kesungguhan dalam bekerja dan loyalitas terhadap nilai serta tujuan pembangunan Kota Kupang.
“Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi saya menuntut kesungguhan. Saya juga tidak menuntut semua orang berpikir sama, tetapi saya menuntut loyalitas yang sama pada nilai dan tujuan,” pungkasnya.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Human Initiative Luncurkan Program Flash Sale Qurban Rp1,7 Juta per Bagian Sapi untuk Perluas Akses Ibadah Kurban
Mayapada Healthcare Resmi Operasikan PET-CT dan SPECT-CT untuk Deteksi Kanker Lebih Akurat
AHY: Perlintasan Sebidang Masih Berisiko Tinggi, Pemerintah Dorong Pembangunan Flyover dan Underpass
Pesantren Digipreneur Al Yasmin Jajaki Kolaborasi Strategis dengan UPN Veteran Jatim