Lonjakan Penumpang Bus Trans Wibawa Mukti di Cikarang Imbas Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo

- Selasa, 28 April 2026 | 16:25 WIB
Lonjakan Penumpang Bus Trans Wibawa Mukti di Cikarang Imbas Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo
PARADAPOS.COM - Lonjakan penumpang terjadi di halte Bus Trans Wibawa Mukti, Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 28 April 2026. Peristiwa ini dipicu oleh peniadaan sementara jadwal perjalanan KRL Commuter Line akibat kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin malam. Para pengguna moda kereta pun berbondong-bondong beralih ke transportasi alternatif.

Antrean Mengular di Halte Bus

Suasana di titik pemberhentian Trans Wibawa Mukti terlihat padat sejak pagi. Rizki, seorang penumpang yang sehari-hari menggunakan KRL untuk menuju Jakarta, mengaku kaget dengan perubahan situasi ini. "Antrean penumpang di halte bus ini melonjak drastis, semakin siang makin padat, termasuk saya yang biasanya naik KRL untuk ke Jakarta," katanya. Dia menjelaskan bahwa gangguan operasional kereta api memaksanya dan banyak penumpang lain mencari moda transportasi darat yang tersedia. Bus Trans Wibawa Mukti menjadi pilihan utama karena rutenya dinilai masih relevan dengan tujuan para komuter. "Layanan Commuter Line terganggu makanya kami beralih transportasi alternatif, bus Trans Wibawa Mukti ini agar tetap dapat mencapai tujuan tepat waktu," ucapnya.

Konfirmasi dari Dinas Perhubungan

Peningkatan jumlah penumpang ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Angkutan Umum pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Firman Arief Sembada. Pihaknya langsung melakukan pemantauan di titik-titik strategis, terutama di sekitar Stasiun Cikarang. "Pantauan situasi dari titik pemberhentian bus Trans Wibawa Mukti Stasiun Cikarang menunjukkan antrean panjang, kepadatan penumpang akibat ditiadakan jadwal perjalanan KRL sehingga banyak penumpang memilih beralih dari Commuter Line ke moda transportasi bus Trans Wibawa Mukti," ungkapnya. Firman menegaskan bahwa lonjakan ini merupakan imbas langsung dari tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi malam sebelumnya. Dampaknya tidak hanya terasa pada operasional kereta, tetapi juga meningkatkan beban layanan transportasi darat lain. "Semua ini adalah dampak dari kecelakaan kereta api yang terjadi semalam. Kami melihat adanya pergeseran pengguna moda transportasi secara mendadak, sehingga terjadi lonjakan penumpang pada layanan bus," tuturnya.

Koordinasi dan Imbauan untuk Penumpang

Pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi terus berkoordinasi dengan operator Trans Wibawa Mukti. Langkah ini diambil untuk memastikan kapasitas armada mencukupi dan pelayanan tetap optimal di tengah tekanan lonjakan penumpang. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre, mengikuti arahan petugas serta mengutamakan keselamatan dalam menggunakan transportasi umum. Kami juga terus berupaya agar pelayanan tetap optimal di tengah kondisi yang terjadi saat ini," ujarnya. Di sisi lain, kata dia, sejumlah penumpang berharap agar layanan KRL dapat segera kembali normal. Moda kereta api masih menjadi tulang punggung mobilitas warga Kabupaten Bekasi dan sekitarnya dalam menjalani aktivitas sehari-hari. "Situasi ini menjadi gambaran nyata bagaimana gangguan pada satu moda transportasi dapat berdampak luas terhadap sistem mobilitas masyarakat. Kami terus siap siaga mengantisipasi kondisi guna menjaga kelancaran dan kenyamanan layanan transportasi publik di Kabupaten Bekasi," imbuhnya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar