Akses Jalan di Merangin Lumpuh Akibat Longsor, Warga Gotong Royong Buka Jalur Manual

- Rabu, 29 April 2026 | 15:50 WIB
Akses Jalan di Merangin Lumpuh Akibat Longsor, Warga Gotong Royong Buka Jalur Manual
PARADAPOS.COM - Akses jalan di Desa Rantau Jering, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi, masih lumpuh akibat tertimbun material longsor. Material tanah dan batu menutup total badan jalan menuju pusat kecamatan, membuat kendaraan roda empat belum bisa melintas. Kepala Pelaksana BPBD Merangin, Sahiri, menyatakan bahwa untuk sementara hanya kendaraan roda dua yang bisa melewati ruas tersebut. Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum masih dalam perjalanan menuju lokasi longsor yang terjadi pada Rabu, 29 April 2026.

Warga Gotong Royong dengan Peralatan Seadanya

Di tengah keterbatasan alat berat, warga bersama dinas terkait bahu-membahu membuka akses jalan secara manual. Mereka menggunakan peralatan sederhana seperti gergaji mesin dan parang untuk menyingkirkan timbunan tanah dan bebatuan. Suasana di lokasi tampak penuh gotong royong, meski medan yang terjal dan licin menjadi tantangan tersendiri. “Untuk saat ini, akses jalan baru bisa dilalui kendaraan roda dua. Sementara alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum masih dalam perjalanan menuju lokasi,” ujar Sahiri saat dikonfirmasi di lapangan.

Longsor Rusak Saluran Air Bersih

Bencana longsor tidak hanya memutus akses transportasi. Saluran air bersih warga juga ikut rusak tertimbun material. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk memperbaiki pipa air di lereng bukit yang curam—sebuah pekerjaan berisiko tinggi. “Warga memperbaiki pipa air di lereng yang curam dengan risiko tinggi, bahkan harus menggunakan tali sebagai pegangan,” tambahnya. Di beberapa titik, warga terlihat merayap perlahan di tebing sambil membawa peralatan. Tali tambang diikatkan ke pohon atau batu besar sebagai pengaman. Langkah nekat ini diambil karena air bersih adalah kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

Proses Pemulihan Masih Berlangsung

Hingga berita ini diturunkan, proses pemulihan terus berjalan. Warga berharap alat berat segera tiba agar akses jalan bisa kembali normal. Aktivitas sehari-hari seperti distribusi logistik, anak sekolah, dan pelayanan kesehatan sangat bergantung pada kelancaran jalur ini. “Kami berharap akses jalan bisa segera normal agar aktivitas sehari-hari kembali berjalan lancar,” ungkap seorang warga setempat yang enggan disebut namanya. Tim BPBD bersama pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan di lapangan. Cuaca yang masih labil menjadi perhatian utama, mengingat potensi longsor susulan masih mengancam.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini