PARADAPOS.COM - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Distankankp) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memastikan stok hewan ternak untuk kurban dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepala Distankankp Banjarnegara, Firman Sapta Ady, mengungkapkan bahwa pasokan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi dikirim ke luar daerah. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 30 April 2026, merespons meningkatnya permintaan menjelang hari raya.
Stok Melimpah, Permintaan dari Luar Daerah Meningkat
Firman menjelaskan bahwa aktivitas perdagangan ternak mulai bergeliat. Sejumlah pedagang telah menjalin komunikasi untuk pengiriman ternak ke berbagai wilayah, terutama ke Jawa Barat dan DKI Jakarta. “Menjelang Iduladha, khususnya di Banjarnegara, stok kita mencukupi, baik untuk sapi, kambing maupun domba,” ujarnya.
Ia menambahkan, ternak yang paling banyak diminati dari Banjarnegara adalah kambing dan domba. Meski stok sapi lokal mencukupi, masyarakat setempat justru banyak yang memilih ternak dari luar daerah, seperti sapi Madura dari Jawa Timur. Alasannya, ukuran sapi Madura lebih kecil sehingga harganya lebih terjangkau dibandingkan sapi lokal yang berbadan besar.
“Kalau sapi Banjarnegara yang besar-besar malah dikirim ke luar daerah,” ungkapnya.
Data Populasi dan Kesiapan Hewan Kurban
Berdasarkan survei yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Maret 2026, total populasi kambing di Banjarnegara mencapai kisaran 207 ribu ekor. Jumlah itu mencakup jantan, betina, dan anakan. Sementara itu, populasi domba tercatat sekitar 63 ribu ekor.
Dari angka tersebut, hewan yang layak dijadikan kurban diperkirakan mencapai 22 ribu ekor kambing dan 14 ribu ekor domba. Untuk sapi, estimasi hewan yang siap kurban mencapai 11 ribu ekor. “Sekitar 5.000 ekor di antaranya berpotensi dikirim ke luar daerah,” jelas Firman.
Kebutuhan Tahunan dan Fluktuasi Harga
Terkait kebutuhan hewan kurban di Banjarnegara, rata-rata setiap tahunnya mencapai 6.000 ekor sapi dan 5.000 ekor kambing. Dari sisi harga, terjadi kenaikan untuk sapi. Pada 2025, harga sapi berkisar Rp20 juta hingga Rp23 juta per ekor. Kini, rata-rata harganya mencapai sekitar Rp25 juta per ekor.
Sebaliknya, harga kambing dan domba justru mengalami penurunan. Musim kurban sebelumnya, harga kambing dan domba berada di kisaran Rp4 juta hingga Rp5 juta per ekor. Saat ini, harganya turun menjadi Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor.
Firman menduga penurunan harga tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya populasi kambing serta pergeseran preferensi masyarakat yang cenderung memilih sapi sebagai hewan kurban. Kondisi ini, menurutnya, perlu dicermati oleh para peternak agar dapat menyesuaikan strategi penjualan.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Tetapkan Dua Pengasuh Baru sebagai Tersangka Kekerasan di Daycare Banda Aceh
Kemenpar Dukung Ngarai Sianok Diusulkan Jadi Warisan Geologi Dunia UNESCO
Hakim Vonis Dua Eks Direktur Kemendikbudristek, Kerugian Negara Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook Capai Rp2,18 Triliun
Hyppe, Aplikasi Media Sosial Karya Anak Bangsa, Hadirkan Ruang Digital Aman dan Bebas Pornografi bagi Anak Muda