PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memastikan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih tetap berlaku meskipun terjadi insiden bersenjata terbaru di kawasan Selat Hormuz. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada wartawan, Trump mengakui adanya serangan yang dilancarkan pihak Iran, namun menegaskan bahwa militer AS berhasil membalas dan menghancurkan ancaman tersebut dalam waktu singkat. Ia juga melontarkan ancaman keras, memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak segera ditandatangani, Iran akan menghadapi konsekuensi besar dari Amerika Serikat.
Gencatan Senjata Masih Berlaku, Meski Ada Serangan Baru
Trump menyatakan bahwa situasi di Selat Hormuz masih dalam kendali, dan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya belum runtuh. Menurutnya, meskipun Iran sempat “main-main” dengan Amerika Serikat, respons militer AS cepat dan efektif.
“Ya, gencatan senjata masih berlaku. Mereka main-main dengan kami hari ini. Kami menghancurkan mereka,” ujar Trump dalam kesempatan tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di jalur perairan strategis Selat Hormuz, yang selama ini menjadi titik rawan konflik antara kedua negara. Trump tidak merinci bentuk serangan yang dimaksud, namun ia menekankan bahwa pasukan Amerika mampu menetralisir ancaman dalam hitungan jam.
Ancaman ‘Cahaya Besar’ Jika Kesepakatan Gagal
Trump juga memberikan peringatan terbuka kepada Teheran. Ia menegaskan bahwa jika gencatan senjata akhirnya runtuh, Iran akan menghadapi serangan besar-besaran dari Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang cukup dramatis, ia menyebut publik akan menyaksikan “cahaya besar” dari Iran apabila konflik kembali pecah.
Pernyataan ini disampaikan di tengah proses negosiasi yang menurut Trump masih berjalan cukup baik. Namun, ia menekankan bahwa Iran harus segera menandatangani kesepakatan yang tengah dibahas. Jika tidak, konsekuensinya akan sangat berat.
“Jika tidak ditandatangani, mereka akan merasakan banyak penderitaan,” tegasnya.
Negosiasi di Titik Kritis
Meskipun nada ancaman terdengar jelas, Trump mengakui bahwa jalur komunikasi antara kedua pihak masih terbuka. Ia menyebut pembicaraan saat ini berlangsung dalam suasana yang cukup konstruktif, namun menekankan bahwa waktu terus berjalan.
Di lapangan, situasi di Selat Hormuz masih menjadi perhatian internasional. Selat ini merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dunia, dan setiap ketegangan di kawasan tersebut langsung berdampak pada harga energi global. Para pengamat menilai bahwa pernyataan Trump kali ini mencerminkan strategi tekanan maksimum yang kerap ia gunakan dalam negosiasi dengan Iran.
Belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait pernyataan terbaru Trump. Namun, dengan ancaman yang semakin gamblang, publik kini menanti langkah selanjutnya dari kedua negara.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menteri Perindustrian Bantah PHK Massal, Sebut Sektor Manufaktur Serap 20 Juta Tenaga Kerja
Alfamart dan Indomaret Serempak Gelar Promo Tebus Murah, Diskon hingga 60 Persen
BMKG: Monsun Australia Mulai Kurangi Hujan, Sejumlah Wilayah Masih Waspada Cuaca Ekstrem 8–14 Mei 2026
Tiga Film Indonesia Baru Gagal Saingi Film Lama di Hari Pertama Penayangan