PARADAPOS.COM - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama anak usahanya, Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Senin, 11 Mei 2026. Infrastruktur ini berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan, memanfaatkan teknologi satelit untuk menjangkau area dengan kondisi geografis ekstrem yang sulit dilayani jaringan terestrial. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat pemerataan infrastruktur digital di Indonesia timur dan konektivitas nasional.
Menjangkau Wilayah Terpencil dengan Teknologi Satelit
Pelaksana Tugas Direktur Utama Telkomsat, Rizal Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa teknologi satelit memiliki keunggulan dalam menjangkau wilayah dengan kondisi geografis yang menantang, seperti pegunungan Papua. Menurutnya, tidak seluruh area tersebut dapat dijangkau oleh jaringan terestrial.
"Melalui Community Gateway Wamena, konektivitas dapat dihadirkan lebih cepat, lebih luas, dan lebih adaptif untuk mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat, layanan publik, hingga pengembangan ekonomi digital di wilayah tersebut. Kehadiran infrastruktur ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure yang andal dan berkelanjutan," tuturnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menyoroti peran strategis Wamena dan sekitarnya sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan. Ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital.
"Namun di sisi lain, wilayah ini juga menghadapi tantangan besar dalam hal konektivitas, baik karena keterbatasan jaringan terestrial maupun kondisi geografis yang tidak mudah. Menjawab tantangan tersebut, TelkomGroup menghadirkan Community Gateway Wamena sebagai solusi strategis," jelas Dian.
Dari Mitigasi Risiko Menuju Penguatan Kapasitas Inti
Community Gateway Wamena merupakan fasilitas kedua yang dibangun oleh TelkomGroup melalui Telkomsat. Sebelumnya, infrastruktur serupa telah dibangun di Merauke dengan fungsi yang berbeda. Community Gateway Merauke berperan sebagai backup link untuk memastikan layanan tetap berjalan saat terjadi gangguan jaringan terestrial. Sementara itu, Community Gateway Wamena dibangun sebagai main link atau tulang punggung utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan.
Pendekatan ini menandai pergeseran dari sekadar mitigasi risiko menuju penguatan kapasitas inti dan peningkatan kualitas layanan. Dengan teknologi satelit, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kualitas konektivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan jaringan nasional melalui jalur komunikasi yang lebih andal dan adaptif.
Sejalan dengan mandat TelkomGroup dalam menghadirkan value for the nation, penguatan konektivitas ini diharapkan membuka akses digital yang lebih inklusif. Hal ini diyakini dapat mendorong aktivitas ekonomi serta mempercepat pertumbuhan di wilayah timur Indonesia secara berkelanjutan.
Lompatan Kapasitas Hingga 40 Gbps
Saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang sudah tinggi. Melalui Community Gateway Wamena, kapasitas tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps.
Peningkatan ini bukan sekadar soal angka. Lebih dari itu, ini adalah lompatan dalam kualitas konektivitas dengan performa yang lebih stabil, latensi yang lebih terkendali, serta kemampuan mendukung kebutuhan trafik yang terus tumbuh. Di lapangan, warga setempat menyambut baik kehadiran infrastruktur ini, yang diharapkan mampu membuka akses terhadap layanan publik dan ekonomi digital yang selama ini terbatas.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemerintah Tunda Kenaikan Royalti Tambang Emas, Nikel, dan Tembaga Setelah Dapat Masukan Pengusaha
Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Dikabarkan Jalani Perawatan, Kondisi Disebut dalam Tahap Pemulihan
KJRI San Francisco Kenalkan Tempe sebagai Warisan Budaya dan Simbol Persahabatan Indonesia-AS
Pramono Anung Kaji Ulang Jadwal CFD Rasuna Said Demi Jaga Waktu Ibadah Warga