PARADAPOS.COM - Sejumlah pelatihan bagi penenun dan pemandu wisata baru-baru ini digelar di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelayanan pariwisata agar mampu bersaing dan menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Mengasah Keterampilan Penenun dan Pemandu Wisata
Dalam pelatihan tersebut, para penenun mendapatkan pembinaan khusus untuk meningkatkan kualitas hasil tenun mereka. Mulai dari teknik pewarnaan hingga motif kain tradisional, semua diasah agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual lebih tinggi. Sementara itu, para pemandu wisata tidak hanya dibekali dengan pengetahuan tentang destinasi, tetapi juga pelatihan bahasa Inggris. Kemampuan komunikasi ini dinilai krusial untuk memberikan pelayanan prima kepada wisatawan asing yang berkunjung ke Danau Toba.
Dukungan Digitalisasi untuk Sektor Kesehatan
Tidak berhenti pada sektor UMKM dan pariwisata, inisiatif pengembangan ini juga merambah ke sektor kesehatan. Digitalisasi layanan perbankan di rumah sakit turut didorong untuk memperkuat sistem manajemen keuangan yang lebih modern, efisien, dan transparan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang saling terintegrasi antara pariwisata, ekonomi lokal, dan layanan publik.
“Peningkatan kualitas SDM menjadi langkah penting untuk mendorong daya saing UMKM dan pariwisata di daerah,” ujar salah satu perwakilan penyelenggara di sela-sela kegiatan.
Suasana di lokasi pelatihan terlihat antusias. Para peserta, yang sebagian besar adalah pelaku UMKM dan pemandu wisata lokal, tampak serius mengikuti setiap sesi. Mereka berharap ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kualitas pelayanan di kawasan super prioritas tersebut.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Trump Gelar Turnamen Golf Saudi di Lapangan Miliknya, Picu Perdebatan Konflik Kepentingan
Gaji Prada TNI 2024: Rp1,77 Juta per Bulan Ditambah Tunjangan Kinerja hingga Rp2,9 Juta
BPBD Jawa Barat Imbau Waspada Kekeringan dan Karhutla, 49 Juta Jiwa Terancam Dampak Kemarau
Viktor Laiskodat: Gen Z dan Milenial Kuasai 60-70 Persen Suara Pemilu 2029, Penentu Kemenangan