PARADAPOS.COM - Seorang perempuan lanjut usia bernama Jumaira, 70 tahun, asal Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya tiba di Madinah untuk menunaikan ibadah haji setelah menabung selama hampir 20 tahun dari hasil bertani dan bekerja di kebun warga. Kisah perjuangannya yang penuh ketekunan ini viral di media sosial dan menjadi sorotan publik, menggambarkan betapa besarnya tekad seorang nenek yang hidup sederhana demi mewujudkan panggilan suci ke Tanah Suci.
Sehari-hari di Tengah Sawah
Jumaira tinggal seorang diri di sebuah rumah sederhana yang dikelilingi hamparan sawah. Setiap pagi, ia berjalan kaki menuju ladang dan kebun milik tetangga untuk bekerja. Upah yang diterimanya tidak besar, namun ia tidak pernah mengeluh. Hasil panen padi dan upah kecil dari memotong rumput atau merawat tanaman ia kumpulkan dengan sabar.
Dari hasil kerja keras itu, Jumaira menyisihkan uang sedikit demi sedikit, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Ia tidak pernah berpikir untuk membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang tidak perlu.
Tabungan di Bawah Tempat Tidur
Karena tidak memiliki rekening bank atau tempat menabung yang layak, Jumaira menyimpan uangnya di bawah tempat tidur dan di dalam ember bekas yang ditutup kain. Ia sengaja menyembunyikannya agar tidak terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Saat tidak memiliki lauk, ia hanya memasak daun ubi atau sayuran seadanya. Hidupnya sangat sederhana, demi satu tujuan: menunaikan ibadah haji.
"Saya sedih kenapa saya datang ke sini. Mungkin saya ke sini karena panggilan Tuhan, kan saya orang miskin. Ada orang bilang kalau kau punya uang bisa kau ke Tanah Suci," ungkap Jumaira saat ditemui di Madinah.
Perjuangan yang Menginspirasi
Kisah Jumaira tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa ketulusan dan kesabaran bisa mengalahkan keterbatasan. Seorang jemaah haji lain, Marwati, yang turut menyaksikan perjuangan Jumaira, memberikan kesaksian.
"Dia itu mengumpulkan uang dari recehan yang dia dapat sampai-sampai bisa pelunasan bahkan lebih uangnya untuk pelunasan itu sendiri," ujar Marwati.
Perjalanan panjang Jumaira dari sawah di Maros hingga ke Madinah adalah gambaran nyata tentang kekuatan mimpi dan keteguhan hati. Ia membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah penghalang untuk meraih panggilan Ilahi.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pegadaian Luncurkan PURE Movement, Daur Ulang Seragam Karyawan Jadi Bahan Baku UMKM
Empat Jemaah Calon Haji Embarkasi Solo Meninggal, Satu Wafat Saat Transit di Medan
Jadwal Salat DKI Jakarta Hari Ini, Senin 11 Mei 2026: Imsak Pukul 04.25 WIB
CFD Perdana di Rasuna Said Jadi Berkah bagi UMKM, Pedagang Raup Cuan hingga Ratusan Porsi