Viktor Laiskodat: Gen Z dan Milenial Kuasai 60-70 Persen Suara Pemilu 2029, Penentu Kemenangan

- Senin, 11 Mei 2026 | 09:50 WIB
Viktor Laiskodat: Gen Z dan Milenial Kuasai 60-70 Persen Suara Pemilu 2029, Penentu Kemenangan
PARADAPOS.COM - Ketua Fraksi Partai NasDem DPR, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyatakan bahwa generasi muda akan menjadi penentu utama arah demokrasi Indonesia pada Pemilu 2029. Pernyataan ini disampaikan dalam kuliah tamu di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Senin, 11 Mei 2026. Viktor menekankan bahwa komposisi pemilih pada 2029 akan didominasi oleh Gen Z dan milenial, sehingga kekuatan politik mereka tidak bisa lagi diabaikan.

Dominasi Gen Z dan Milenial di Pemilu 2029

Viktor mengungkapkan data yang mengejutkan tentang potensi kekuatan pemilih muda. Ia menjelaskan bahwa jika Gen Z dan milenial bersatu, mereka akan menguasai 60 hingga 70 persen suara pemilih pada 2029. “Kalau gabung Gen Z dan milenial, itu 60 sampai 70 persen pemilih 2029. Kalau Gen Z tidak malas ke TPS, maka merekalah yang menentukan siapa pemenang pemilu yang akan datang,” kata Viktor di hadapan para mahasiswa.

Ajakan untuk Tidak Apatis Terhadap Politik

Dalam forum bertajuk 'Legislatif Master Class: Restrukturisasi Demokrasi Indonesia Ambang Batas Pemilu dalam Pandangan Gen Z dan Partai Politik', Viktor mengajak anak muda untuk tidak apatis terhadap politik dan partai politik. Menurutnya, politik adalah instrumen penting untuk menentukan arah bangsa, sehingga harus diisi gagasan dan partisipasi generasi muda. Suasana di aula kampus terlihat hidup saat Viktor menyampaikan pesan yang cukup provokatif. Ia meminta mahasiswa untuk tidak membenci sistem politik hanya karena ada oknum yang tidak benar. “Kalau ternyata kami-kami yang tidak benar, jangan benci politiknya. Kami saja yang digusur keluar, diganti. Tapi jangan benci partai politiknya,” ujar Viktor yang langsung disambut antusias oleh peserta.

Usulan Parliamentary Threshold 7 Persen

Fraksi Partai NasDem, lanjut Viktor, mendorong penguatan sistem demokrasi melalui penyederhanaan partai politik. Mereka mengusulkan parliamentary threshold sebesar 7 persen. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan menciptakan sistem politik yang lebih efektif dan stabil demi mempercepat pembangunan nasional. “Partai NasDem menawarkan parliamentary threshold 7 persen agar lahir sistem politik yang lebih sederhana, lebih efektif, dan lebih kuat dalam membangun bangsa,” jelas Viktor. Viktor menegaskan bahwa usulan tersebut bukan demi kepentingan elektoral Partai NasDem semata. Ia mengaku siap menghadapi segala konsekuensi politik demi mendorong desain demokrasi yang lebih sehat bagi masa depan Indonesia. “Kalau 7 persen disetujui, kemungkinan besar NasDem pun bisa tidak lolos. Tapi tidak apa-apa, selama ada pikiran baik untuk bangsa ini,” ungkapnya.

Pentingnya Visi Besar Pembangunan dan Budaya Kritis

Selain membahas demokrasi dan kepartaian, Viktor menyoroti pentingnya visi besar pembangunan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis global yang harus didukung keberanian politik, riset, dan kualitas sumber daya manusia. Di hadapan mahasiswa dan aktivis kampus, Viktor mendorong budaya berpikir kritis dan tradisi diskusi ilmiah sebagai fondasi kemajuan demokrasi. Ia menekankan bahwa tanpa keberanian untuk bertanya, sebuah bangsa hanya akan terjebak dalam dogma. “Pengetahuan berkembang karena diskusi yang kritis. Kalau tidak boleh dipertanyakan, itu dogma. Demokrasi membutuhkan anak muda yang berani berpikir dan berpartisipasi,” tutup Viktor.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar