PARADAPOS.COM - Anak muda didorong untuk menjadi penggerak utama ekonomi daerah, khususnya melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan green economy. Hal ini disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, dalam keterangannya pada Rabu, 13 Mei 2026, menjelang pelaksanaan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) I Tahun 2026 di Pangkalpinang. Gusma menekankan bahwa daerah kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sehingga generasi muda harus mampu membaca peluang pembangunan di wilayah masing-masing.
Peran Strategis Pemuda dalam Pembangunan Daerah
Menurut Stefanus Gusma, potensi besar yang dimiliki daerah harus dioptimalkan. Ia menyebut sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga investasi hijau sebagai ladang yang menjanjikan.
“Daerah memiliki potensi besar untuk tumbuh melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga investasi hijau. Pemuda Katolik harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Gusma.
Ia mendorong para kader Pemuda Katolik untuk mengambil peran aktif. Bukan sekadar menjadi penonton, mereka diminta terjun langsung mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah asal masing-masing.
KKL I: Lebih dari Sekadar Diskusi
Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) I Tahun 2026 akan digelar di Hotel Grand Safran, Pangkalpinang, pada 14–17 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan.”
Gusma menegaskan, setelah mengikuti KKL I, para kader tidak boleh berhenti pada ruang diskusi semata. Mereka diharapkan mampu terlibat langsung dalam promosi potensi ekonomi daerah, memperkuat sektor pariwisata lokal, mendorong produk UMKM, membangun inovasi berbasis green economy, serta membuka peluang kolaborasi dengan program strategis pemerintah seperti KDMP/KNMP.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah andragogi, atau pembelajaran orang dewasa. Peserta akan mengikuti diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pemetaan sosial-politik, roleplay, hingga penyusunan rencana tindak lanjut berbasis pribadi, kelompok, dan angkatan.
Potensi Bangka Belitung sebagai Tuan Rumah
Ketua Komda Pemuda Katolik Bangka Belitung, Bernadus Reco, menyambut baik penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata berkelanjutan.
“Bangka Belitung punya kekuatan besar melalui wisata pantai, desa wisata, kuliner lokal, ekonomi kreatif, UMKM hingga pengembangan ekowisata. Kami berharap peserta dapat melihat langsung potensi tersebut dan membawa gagasan baru bagi daerah masing-masing,” jelas Bernadus.
Suasana di sekitar lokasi acara tampak sibuk. Para panitia sibuk mempersiapkan ruang seminar dan perlengkapan teknis. Dari kejauhan, deretan pantai berpasir putih di Bangka Belitung menjadi latar yang menggoda bagi peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Agenda dan Narasumber Nasional
Dalam forum ini, peserta akan berdinamika membahas berbagai persoalan strategis. Mulai dari diversifikasi ekonomi, penguatan destinasi wisata unggulan, peluang kolaborasi dengan KDMP/KNMP, digitalisasi UMKM, promosi produk lokal, hingga pengembangan green economy berbasis kelestarian lingkungan.
Sejumlah tokoh dan narasumber nasional dijadwalkan hadir. Mereka antara lain Mgr. Adrianus Sunarko, OFM; Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf; Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani; Rudianto Tjen; Ketua Komisi XI DPR RI Bambang Patijaya; Irjen Pol. Dr. Viktor Theodorus Sihombing; Stanislaus Riyanta; Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng; Sekretaris Eksekutif Kerawam KWI Romo Hans Jeharut; Romo J. Hariyanto; Kikin Tarigan; serta Media Insight Analyst Indicator Indonesia.
Selain sesi diskusi, agenda ini juga akan diisi dengan penandatanganan MoU antara Pemuda Katolik dan Bawaslu RI. Langkah ini menjadi bentuk penguatan kolaborasi strategis dalam pembangunan demokrasi dan kepemimpinan publik.
Ratusan kader dari Komda Pemuda Katolik se-Indonesia telah melalui proses seleksi ketat untuk mengikuti KKL I ini. Mereka juga telah menyusun makalah sesuai silabus yang ditentukan. Dengan demikian, diharapkan lahir pemimpin muda yang tidak hanya cakap berbicara, tetapi juga mampu bertindak nyata di lapangan.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Ungkap 171 Kasus Kejahatan Jalanan di Jakarta dan Sekitarnya Sepanjang Januari-Mei 2026
Siswi SMP di Karangasem Ditemukan Sehat Usai Hilang Dua Pekan, Diduga Diajak Kenalan dari Media Sosial
Tengkorak Pria Hilang Ditemukan di Hutan Malaka, Diduga Korban Pertengkaran Rumah Tangga
Lima Siswa Angkatan Perdana SMA Unggulan Rushd Raih Beasiswa Garuda ke Universitas Top Dunia