PARADAPOS.COM - Meningkatnya penerapan kebijakan Work From Home (WFH) oleh berbagai perusahaan mendorong lonjakan konsumsi listrik rumah tangga. Akibatnya, banyak rumah tangga yang mulai mempertimbangkan untuk menambah daya listrik dari 900 VA ke 1300 VA sebagai solusi agar kebutuhan peralatan elektronik tetap terpenuhi tanpa gangguan. Pertanyaan yang kerap muncul di masyarakat adalah berapa biaya yang harus disiapkan dan bagaimana prosedur pengajuannya.
Biaya yang Perlu Disiapkan untuk Tambah Daya
Bagi pengguna yang ingin menaikkan daya dari 900 VA ke 1.300 VA, estimasi biaya yang dikenakan mencapai sekitar Rp400 ribu. Jumlah tersebut sudah mencakup Biaya Penyambungan (BP) serta berbagai biaya administratif lainnya. Agar proses berjalan lancar, calon pelanggan wajib memiliki Nomor Induk Data Instalasi (NIDI) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) listrik.
“Pengguna yang sebelumnya menggunakan daya 900 VA dan kemudian meningkatkan menjadi 1.300 VA akan dikenakan biaya sekitar Rp400 ribu. Biaya yang ditanggung pengguna listrik mulai dari Biaya Penyambungan (BP), hingga biaya administratif,” demikian penjelasan dari laman resmi terkait.
Langkah-Langkah Pengajuan Secara Daring
Saat ini, proses pengajuan tambah daya bisa dilakukan secara daring melalui gawai. Aplikasi andalan yang digunakan adalah PLN Mobile. Berikut tahapan yang harus diikuti:
- Unduh aplikasi PLN Mobile melalui App Store atau Play Store.
- Isi formulir data pribadi seperti nama, alamat rumah, dan NIK.
- Masukkan data instalasi listrik rumah.
- Cantumkan nomor SLO listrik.
- Lakukan pembayaran melalui mobile banking atau e-wallet.
- Setelah pembayaran, pengajuan akan diperiksa oleh pihak PLN.
- Tunggu hingga status pengajuan diterima.
Jika dalam beberapa waktu belum ada perubahan status di aplikasi, pengguna disarankan untuk mendatangi kantor PLN terdekat guna berkonsultasi langsung. Pastikan data diri terisi dengan benar dan ikuti setiap langkah prosedur secara saksama agar proses berjalan mulus.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Xi Jinperingatkan Risiko Bentrokan dengan AS Jika Isu Taiwan Salah Ditangani
Gubernur Jabar Temukan Penjualan Miras Ilegal Saat Tertibkan PKL di Bandung
PT KAI Tutup Dua Perlintasan Liar di Tebet-Cawang Demi Cegah Kecelakaan
Xi Jinping ke Trump: AS dan Tiongkok Harus Jadi Mitra, Bukan Saingan