PARADAPOS.COM - Presiden China Xi Jinping mengajak Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di kompleks Zhongnanhai, Beijing, setelah keduanya membahas isu perdagangan bilateral dan ketegangan geopolitik. Momen langka ini terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026, dan terekam saat Xi menunjukkan pohon-pohon tua berusia ratusan tahun kepada Trump. Kunjungan ke pusat kekuasaan Partai Komunis China itu dinilai sebagai sinyal diplomatik penting di tengah rivalitas kedua negara.
Pertemuan di Pusat Kekuasaan Tertutup
Berdasarkan laporan yang diterima, Xi mengajak Trump berjalan-jalan di area kebun dalam kompleks Zhongnanhai. Tempat ini bukanlah lokasi sembarangan. Dulunya merupakan bekas taman kekaisaran, kini kompleks tersebut berfungsi sebagai kantor pemerintahan dan markas utama Partai Komunis China. Letaknya pun strategis, berada di dekat Forbidden City atau Kota Terlarang, serta tidak jauh dari Tiananmen Square.
Suasana sore itu terasa berbeda. Di sela-sela pembicaraan serius, Xi menunjukkan sejumlah pohon besar yang telah berdiri selama berabad-abad. Percakapan di antara mereka sempat tertangkap mikrophone, memperlihatkan sisi informal dari pertemuan tingkat tinggi tersebut.
Percakapan soal Pohon Tua
Sambil menunjuk deretan pohon di kawasan itu, Xi berkata melalui seorang penerjemah, “Izinkan saya memberi tahu Anda, semua pohon di sisi ini berusia lebih dari 200 hingga 300 tahun.”
Ia kemudian menambahkan bahwa beberapa pohon lain di kompleks tersebut bahkan usianya lebih tua lagi. “Di sana, ada beberapa yang berusia lebih dari 400 tahun,” ujarnya.
Mendengar itu, Trump tampak terkejut. “Mereka hidup selama itu?” tanyanya.
Xi lalu menjelaskan lebih lanjut bahwa di tempat lain, ada pohon yang usianya mencapai seribu tahun. “Ada juga pohon berusia 1.000 tahun di tempat lain,” kata Xi.
Keistimewaan Kunjungan ke Zhongnanhai
Zhongnanhai bukanlah tempat yang biasa dikunjungi tamu asing. Kompleks ini memiliki nilai simbolis yang tinggi karena sangat jarang dibuka untuk kegiatan diplomatik. Trump pun sempat bertanya apakah pemimpin dunia lain pernah diterima di tempat tersebut.
“Sangat jarang,” jawab Xi.
Ia menegaskan bahwa sejak dahulu, kompleks itu hampir tidak pernah digunakan untuk acara diplomatik. “Awalnya, kami biasanya tidak mengadakan acara diplomatik di sini. Bahkan setelah kami mulai mengadakan beberapa, itu masih sangat jarang. Misalnya, Putin pernah ke sini,” ungkapnya.
Sinyal Diplomatik di Tengah Ketegangan
Kunjungan Trump ke Zhongnanhai dipandang sebagai isyarat diplomatik yang tidak biasa dari Beijing. Di tengah hubungan China-AS yang masih diwarnai persaingan dagang, isu Taiwan, hingga rivalitas geopolitik global, ajakan berjalan-jalan di area kebun ini menjadi momen yang sarat makna. Para pengamat menilai, langkah Xi menunjukkan upaya untuk membangun kedekatan personal di sela-sela perbedaan besar yang masih membayangi hubungan kedua negara.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jadwal Salat dan Imsakiyah DKI Jakarta Sabtu 16 Mei 2026, Waktu Magrib Jadi Patokan Berbuka Puasa
Indonesia dan Belarus Teken Lima MoU Senilai Rp7 Triliun di Minsk
Harga Cabai di Jabar Tembus Batas Waspada Jelang Iduladha 2026, Pasokan Terganggu Cuaca dan Penyakit
Disporapar Probolinggo Gelar Monev Penerapan Tiket Daring di Kawasan Bromo