Saham CBRE Anjlok 7.54%: Analisis Lengkap Rugi Membengkak & Prospek Akuisisi Kapal

- Selasa, 04 November 2025 | 05:20 WIB
Saham CBRE Anjlok 7.54%: Analisis Lengkap Rugi Membengkak & Prospek Akuisisi Kapal
Saham CBRE Anjlok 7.54%: Analisis Lengkap Rugi Membengkak & Prospek Akuisisi Kapal

Saham CBRE Anjlok 7.54%, Rugi Bersih Membengkak 83% di Kuartal III 2025

Performanya saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) tertekan pada perdagangan Selasa, 4 November 2025. Penurunan ini dipicu oleh laporan kinerja keuangan emiten pelayaran tersebut yang mencatatkan rugi bersih membengkak pada sembilan bulan pertama tahun 2025.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham CBRE tercatat melemah 7,54 persen ke level Rp1.165 per saham. Ini merupakan penurunan hari ketiga secara berturut-turut bagi saham CBRE. Secara tahun-ke-tahun (year-to-date), saham ini masih menunjukkan kenaikan spektakuler sebesar 6.084 persen dari titik terendahnya di Rp13 per saham pada 2024.

Analisis Teknikal: CBRE Masuki Fase Konsolidasi Turun

M. Nafan Aji, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, memberikan pandangannya. Ia menilai pergerakan saham CBRE mulai kehilangan momentum setelah reli panjang sejak awal tahun. Pola teknikal saham ini menunjukkan sinyal konsolidasi menurun.

"CBRE membentuk fase bearish consolidation dengan support di level Rp1.065 dan resistance di Rp1.250," jelas Nafan.

Mengulik Laporan Keuangan CBRE: Rugi Membesar dan Beban Melonjak

Faktor fundamental di balik pelemahan saham ini adalah laporan keuangan CBRE yang mencatatkan rugi bersih Rp32,84 miliar per akhir kuartal III-2025. Angka ini membengkak 83 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Beberapa poin kunci dari laporan keuangan CBRE adalah:

  • Pendapatan turun 32% YoY menjadi Rp28,54 miliar.
  • Rugi bruto Rp6,08 miliar, berbalik dari laba kotor periode sebelumnya.
  • Beban keuangan yang tinggi mencapai Rp10,09 miliar.
  • Total liabilitas melonjak 24% menjadi Rp268,30 miliar.
  • Total ekuitas menyusut 28% menjadi Rp84,28 miliar.

Prospek Ke Depan: Dampak Akuisisi Kapal Hilong 106

Di tengah tekanan kinerja, CBRE melakukan sejumlah aksi korporasi. Perusahaan telah menyetujui akuisisi kapal pipe laying & lifting vessel Hilong 106. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan total aset dan membuka peluang kontrak offshore bernilai besar.

Direktur Utama CBRE, Suminto, menyatakan bahwa dengan struktur permodalan yang lebih solid, opsi right issue yang sedang dikaji dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja dan profitabilitas perseroan, serta membuka potensi dividen di masa depan.

Meski demikian, ekspansi agresif ini juga berpotensi meningkatkan kewajiban dan Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan.

Dengan demikian, investor perlu mencermati perkembangan strategi pembiayaan dan realisasi peningkatan pendapatan dari aset baru CBRE ke depannya.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler