Pria Bakar Diri di Depan Markas PBB, Diduga Protes Kebijakan Tiongkok di Tibet

- Jumat, 03 Juli 2026 | 04:50 WIB
Pria Bakar Diri di Depan Markas PBB, Diduga Protes Kebijakan Tiongkok di Tibet
PARADAPOS.COM - Seorang pria membakar dirinya sendiri di depan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Aksi yang terjadi di kawasan East 43rd Street dan First Avenue ini diduga merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Tiongkok di Tibet. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis, dan polisi masih menyelidiki motif serta kronologi lengkap insiden tersebut.

Kronologi Kejadian di Depan Markas PBB

Berdasarkan rekaman kamera pengawas PBB dan video yang beredar di media sosial, pria tersebut terlihat meletakkan sebuah bendera di trotoar sebelum melakukan aksinya. Bendera yang dimaksud dikaitkan dengan pemerintah Tibet di pengasingan, sebuah entitas yang dibentuk di India setelah pemberontakan terhadap pemerintahan Tiongkok pada 1959. Setelah meletakkan bendera, pelaku kemudian menyiram dirinya dengan cairan yang mudah terbakar dan menyalakan api. Petugas darurat yang tiba di lokasi segera membawa korban ke rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, kondisi pria tersebut masih dilaporkan kritis.

Barang Bukti dan Dugaan Motif

Dalam proses olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah lembar kertas bertuliskan "China Out of Tibet" atau "China Keluar dari Tibet". Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aksi nekat tersebut merupakan bentuk protes politik. Bendera yang diletakkan pelaku dilaporkan masih berada di lokasi selama sekitar satu jam setelah kejadian sebelum akhirnya diamankan petugas.

Konteks Sejarah Ketegangan Tibet-Tiongkok

Tiongkok mengambil alih Tibet pada 1951 dan menyebut langkah tersebut sebagai "pembebasan damai". Namun, narasi ini tidak sepenuhnya diterima oleh semua pihak. Pemerintah Tiongkok tidak mengakui pemerintahan Tibet di pengasingan dan menegaskan bahwa Tibet telah menjadi bagian dari wilayahnya sejak abad ke-13. Di sisi lain, Dalai Lama menyatakan bahwa Tibet merupakan negara merdeka ketika pasukan Tiongkok memasuki wilayah tersebut pada awal 1950-an. Perbedaan pandangan ini telah menjadi sumber ketegangan yang berlangsung puluhan tahun, dan aksi protes seperti yang terjadi di New York ini kerap muncul sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan terhadap kebijakan Tiongkok di Tibet. Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian New York masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap motif pasti dan identitas pelaku. Belum ada pernyataan resmi dari pihak PBB maupun perwakilan Tiongkok terkait insiden tersebut.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini