PARADAPOS.COM - Toronto, Kanada, menjadi saksi momen emosional ketika Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan dramatis 2-1 atas Kroasia pada laga yang digelar di BMO Field, Toronto, Selasa (30/6/2025) waktu setempat, terasa begitu spesial bagi kapten tim, Cristiano Ronaldo. Pasalnya, kemenangan itu terjadi hampir tepat setahun setelah kepergian mantan rekan setimnya, Diogo Jota, yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada Juli 2025. Ronaldo menyebut momen tersebut sebagai sebuah “kebetulan hidup” yang sulit dipercaya.
Gol Penalti Ronaldo dan Tribut untuk Diogo Jota
Portugal sempat tertinggal lebih dulu lewat gol cepat Kroasia di babak pertama. Namun, Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan melalui titik penalti di menit-menit akhir babak kedua. Goncalo Ramos kemudian menjadi pahlawan kemenangan lewat gol telatnya yang memastikan tiga poin bagi Selecao das Quinas.
Begitu peluit panjang dibunyikan, suasana di lapangan berubah haru. Seluruh pemain Portugal berkumpul di tengah lapangan, berpose sambil memegang jersey bernomor 21 milik Diogo Jota. Ronaldo bahkan tak melepas jersey tersebut saat menjalani sesi wawancara usai pertandingan. Baginya, ini adalah bentuk penghormatan paling sederhana namun bermakna untuk sang mantan penyerang Liverpool.
“Kebetulan hidup ini sungguh luar biasa. Kami sudah mengetahui hal itu sebelum pertandingan. Hari ini kami membicarakannya bersama dalam tim. Kebetulan hidup ini benar-benar sulit dipercaya,” ujar Ronaldo dengan nada penuh haru.
Martinez: Kemenangan Ini Lebih dari Sekadar Lolos
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, tak menampik bahwa kemenangan ini memiliki bobot emosional yang lebih besar dari sekadar hasil akhir. Menurutnya, seluruh tim sudah bertekad sejak awal untuk mempersembahkan hasil positif ini sebagai bentuk penghormatan kepada Diogo Jota.
“Bagi masyarakat Portugal ini adalah hari yang sangat membahagiakan. Kami berhasil lolos ke babak berikutnya, dan kemenangan ini juga memiliki makna khusus karena kami mengenang Diogo Jota,” kata Martinez.
Setahun Kepergian Diogo Jota
Diogo Jota dan adiknya, Andre Silva, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada 3 Juli 2025. Saat itu, Jota sedang dalam perjalanan menuju Inggris untuk bergabung kembali dengan Liverpool dalam persiapan pramusim. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan setimnya, tetapi juga bagi seluruh pecinta sepak bola Portugal.
Sejak awal turnamen, skuad Portugal konsisten mengenang Jota. Pada laga pembuka melawan Republik Demokratik Kongo di Houston, layar raksasa stadion sempat menampilkan foto hitam-putih Diogo Jota sebagai penghormatan. Kini, kemenangan dramatis atas Kroasia menjadi pengingat lain bahwa semangat Jota masih hidup di hati para pemain.
Portugal Tatap Duel Kontra Spanyol
Usai melewati laga penuh emosi melawan Kroasia, Portugal kini bersiap menghadapi tantangan besar di babak 16 besar. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan akan berhadapan dengan rival sekawasan, Spanyol, dalam laga yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di fase gugur Piala Dunia 2026.
Di tengah ambisi mengejar gelar juara dunia, Portugal membawa motivasi tambahan untuk terus melangkah jauh sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Diogo Jota.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Lebih dari 100 Negara Konfirmasi Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei di Teheran
Ronaldo Cetak Rekor Pemain Tertua di Fase Gugur Piala Dunia, Bawa Portugal ke 16 Besar
Pria Bakar Diri di Depan Markas PBB, Diduga Protes Kebijakan Tiongkok di Tibet
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Berkat Kinerja Keuangan dan Komitmen Keberlanjutan