Persediaan Hewan Kurban di Aceh Timur Capai 2.428 Ekor Jelang Iduladha 2026

- Rabu, 20 Mei 2026 | 04:25 WIB
Persediaan Hewan Kurban di Aceh Timur Capai 2.428 Ekor Jelang Iduladha 2026
PARADAPOS.COM - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, mencatat total persediaan hewan kurban mencapai 2.428 ekor. Kepala Dinas, Murdhani, merinci jumlah tersebut terdiri dari 1.062 ekor sapi, 900 ekor kambing, 457 ekor domba, dan sembilan ekor kerbau. Data ini merupakan hasil pendataan di seluruh kecamatan setempat, dengan Kecamatan Idi Rayeuk menjadi wilayah penyumbang terbanyak, yakni 253 ekor.

Distribusi Persediaan di Berbagai Kecamatan

Dari total keseluruhan, beberapa kecamatan mencatatkan angka persediaan yang cukup signifikan. Kecamatan Julok, misalnya, memiliki stok sebanyak 244 ekor yang terdiri dari 86 ekor sapi, 62 ekor kambing, dan 96 ekor domba. Sementara itu, Kecamatan Pante Bidari menyediakan 205 ekor hewan kurban, dengan rincian 64 ekor sapi, 91 ekor kambing, dan 50 ekor domba. Kecamatan Indra Makmu tercatat memiliki persediaan mencapai 184 ekor. Disusul oleh Kecamatan Birem Bayeun dengan 183 ekor dan Kecamatan Madat sebanyak 182 ekor. Di sisi lain, Kecamatan Ranto Peureulak menjadi wilayah dengan pasokan paling sedikit, hanya tercatat 14 ekor sapi.

Pasokan untuk Tradisi Meugang

Selain untuk hari raya kurban, pemerintah daerah juga mencatat persediaan ternak untuk tradisi meugang. Dalam catatan tersebut, Kecamatan Peureulak menjadi wilayah dengan jumlah ternak meugang terbanyak, yaitu 189 ekor. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Julok dengan 156 ekor, dan Kecamatan Madat sebanyak 92 ekor. "Sedangkan persediaan ternak meugang, Kecamatan Peureulak tercatat menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak mencapai 189 ekor, disusul Kecamatan Julok sebanyak 156 ekor, dan Kecamatan Madat sebanyak 92 ekor," jelas Murdhani.

Pengawasan Kesehatan dan Dampak Ekonomi

Pihak dinas tidak hanya fokus pada pendataan jumlah, tetapi juga terus mengawasi kondisi kesehatan hewan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh ternak yang akan disembelih, baik saat meugang maupun hari raya kurban, memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap oleh petugas lapangan, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan. "Kami memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, cukup umur, tidak cacat, dan layak untuk dikurbankan serta dikonsumsi masyarakat," kata Murdhani. Ia menambahkan bahwa peningkatan kebutuhan hewan kurban setiap tahun turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian peternak lokal di Kabupaten Aceh Timur. Momentum Iduladha menjadi peluang ekonomi tersendiri bagi para peternak karena permintaan hewan ternak mengalami peningkatan signifikan. "Iduladha menjadi peluang ekonomi bagi peternak karena permintaan hewan ternak mengalami peningkatan. Kami berharap seluruh pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar serta masyarakat dapat memperoleh hewan kurban yang sehat dan sesuai ketentuan syariat," ujar Murdhani.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar