PARADAPOS.COM - Dalam dua hari berturut-turut, enam drone menyerang area vital di Uni Emirat Arab, dengan tiga di antaranya menyasar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah. Serangan yang berlangsung pada Senin hingga Selasa (18-19/5/2026) itu berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara UEA, meskipun satu drone dilaporkan menghantam generator listrik di luar perimeter dalam PLTN. Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa seluruh drone tersebut berasal dari Irak. Di sisi lain, Iran membantah keterlibatan dan justru menuding Israel sebagai dalang di balik insiden ini.
Suasana di sekitar PLTN Barakah, yang terletak di kawasan pesisir UEA, dilaporkan tegang selama dua hari terakhir. Rentetan serangan ini menjadi yang paling intensif dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran akan keamanan instalasi nuklir sipil di tengah ketegangan regional yang meningkat.
Pertahanan Udara UEA Berhasil Mencegat Enam Drone
Kementerian Pertahanan UEA, melalui pernyataan resmi yang diunggah di media sosial X pada Selasa, mengungkapkan kronologi operasi pertahanan udara. "Kementerian Pertahanan mengumumkan, selama 48 jam terakhir, sistem pertahanan udara UEA mendeteksi dan mencegat enam UAV (kendaraan tak berawak) musuh yang berusaha menargetkan area sipil dan vital di negara ini," bunyi pernyataan tersebut.
Hasil pelacakan dan pemantauan teknis yang dilakukan oleh otoritas setempat mengonfirmasi bahwa tiga drone di antaranya diarahkan ke PLTN Barakah. Dua dari tiga drone itu berhasil dinetralisir, sementara satu lainnya menghantam generator listrik yang berada di luar perimeter dalam PLTN. Meski demikian, pihak berwenang memastikan bahwa reaktor nuklir utama tidak mengalami kerusakan.
"UAV yang dicegat, semuanya berasal dari wilayah Irak," demikian isi pernyataan yang dirilis oleh Kemhan UEA.
Sebelumnya, pada hari Minggu, Kementerian Pertahanan UEA juga melaporkan insiden serupa. Dua drone berhasil dicegat, dan satu lainnya kembali menghantam generator listrik di area yang sama, menunjukkan pola serangan yang terkoordinasi.
Iran Membantah Tuduhan, Menuding Israel sebagai Provokator
Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, Iran dengan tegas membantah tuduhan bahwa mereka berada di balik serangan terhadap PLTN Barakah. Sebaliknya, Teheran justru melontarkan tuduhan balik kepada Israel.
"Serangan drone terhadap UEA ini dilakukan oleh Israel, dan Israel-lah yang berusaha memprovokasi UEA untuk memainkan peran yang negatif di Timur Tengah, ditujukan terhadap Iran dan negara-negara Muslim lainnya," kata seorang sumber pejabat Iran, kepada Tasnim.
Pernyataan ini semakin memperkeruh suasana diplomatik di kawasan yang sudah rapuh. Para analis menilai bahwa serangan terhadap infrastruktur nuklir sipil merupakan eskalasi yang berbahaya, terlepas dari siapa pun pelaku di baliknya. Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait tuduhan tersebut.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Trump Klaim Angkatan Laut dan Udara Iran Hancur dalam Operasi Militer AS
Presiden Trump Beri Iran Ultimatum Tiga Hari untuk Ajukan Proposal Damai atau Hadapi Serangan Militer AS
Pakistan Kirim 8.000 Tentara, Jet Tempur, dan Sistem Pertahanan Udara ke Arab Saudi di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran
Ledakan di Pabrik Pertahanan Israel Tomer Dipastikan Uji Coba Senjata, Bukan Serangan