Wakil Ketua DPR Kutuk Penangkapan Sembilan WNI oleh Israel dalam Misi Kemanusiaan di Gaza

- Rabu, 20 Mei 2026 | 10:50 WIB
Wakil Ketua DPR Kutuk Penangkapan Sembilan WNI oleh Israel dalam Misi Kemanusiaan di Gaza
PARADAPOS.COM - Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengecam keras tindakan Israel yang menangkap sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 di perairan Gaza. Dalam pernyataannya pada Rabu (20/5/2026), Saan menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah akan bergerak cepat untuk menyelamatkan dan membebaskan seluruh WNI yang kini ditahan. Peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan diplomatik terkait aktivitas kemanusiaan di zona konflik.

Kutukan dan Harapan dari Senayan

Suasana di kompleks parlemen tampak hangat ketika isu ini mencuat. Saan Mustopa, yang akrab disapa dengan sapaan khasnya, tidak menutupi kekecewaannya. “Tentu kita menyayangkan ya dan mengutuk apa yang dilakukan oleh Israel terkait dengan penangkapan baik terhadap jurnalis maupun juga WNI kita,” kata Saan kepada wartawan di Jakarta. Ia menekankan bahwa langkah Israel tersebut tidak dapat dibenarkan, apalagi terhadap individu yang tengah menjalankan misi kemanusiaan. Di tengah tekanan internasional yang kerap dihadapi, Saan optimistis pemerintah Indonesia tidak tinggal diam.

Keyakinan pada Upaya Pemerintah

Lebih jauh, politisi tersebut meyakini bahwa aparat negara, terutama Kementerian Luar Negeri dan lembaga terkait, sudah memiliki peta jalan untuk menangani kasus ini. Ia tidak hanya berharap, tetapi benar-benar yakin ada gerak cepat di balik layar. “Saya yakin pemerintah dalam hal ini baik Kementerian Luar Negeri maupun juga apa lembaga-lembaga terkait akan serius untuk menangani dan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjamin terkait dengan keselamatan warga negara kita, baik jurnalis, dari sisi keselamatan dan akan berupaya secepatnya untuk berusaha membebaskan mereka dari penangkapan oleh Israel,” ucap dia. Pernyataan ini mencerminkan optimisme yang cukup kuat, meskipun situasi di lapangan kerap berubah dinamis. Saan menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan para WNI yang ditangkap.

Identitas Sembilan WNI yang Ditahan

Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 memang melibatkan banyak relawan dari berbagai negara. Dari Indonesia, tercatat sembilan nama yang kini berada dalam tahanan Israel. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, mulai dari lembaga kemanusiaan hingga jurnalis. Berikut daftar lengkapnya: 1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI-Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro 2. Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro 3. Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat) Kapal Josef 4. Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1 5. Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171) Kapal Kasr-1 6. Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize 7. Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk 8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk 9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk. Masing-masing dari mereka memiliki peran dalam misi yang bertujuan menembus blokade Gaza. Penangkapan ini pun langsung memicu reaksi dari berbagai kalangan di Tanah Air.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar