PARADAPOS.COM - Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. memperingatkan para pemimpin Asia Tenggara bahwa dampak konflik geopolitik dan gangguan ekonomi global akan terus terasa selama bertahun-tahun, bahkan jika ketegangan mereda. Pernyataan itu disampaikan dalam sesi retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Marcos menekankan bahwa negara-negara ASEAN masih rentan terhadap guncangan eksternal, terutama yang memengaruhi rantai pasok minyak, perdagangan, dan pasar global.
Peringatan dari Sesi Retreat KTT ASEAN
Berbicara di hadapan para pemimpin kawasan, Marcos mengingatkan bahwa gangguan yang terjadi saat ini tidak akan hilang begitu saja. "Dan meskipun dampaknya mungkin berbeda di setiap negara ASEAN saat ini, tidak dapat disangkal bahwa gangguan ini akan berdampak terhadap masa depan," katanya, dikutip dari PNA.
Ia menambahkan, kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya bersifat fisik. "Bahkan jika ketegangan mereda seiring waktu, kerusakan terhadap infrastruktur penting, sistem vital, dan kepercayaan secara umum akan terus dirasakan selama bertahun-tahun mendatang," lanjut Marcos.
Suasana di ruang pertemuan tampak serius. Sebelum memasuki pembahasan tertutup, para pemimpin ASEAN terlebih dahulu berkumpul untuk sesi foto bersama. Agenda utama diskusi kali ini berfokus pada keamanan energi kawasan, stabilitas pangan, serta pelajaran yang bisa dipetik dari krisis geopolitik terbaru.
Efek Domino dari Timur Tengah
Marcos secara khusus menyoroti dampak konflik di Timur Tengah yang telah mengganggu jalur pasokan minyak dan memicu fluktuasi harga global. Menurutnya, kawasan Asia Tenggara kini merasakan efek berantai dari ketidakstabilan yang terjadi jauh di luar perbatasan mereka.
"Efek domino dari gangguan pasokan minyak terhadap berbagai sektor di negara-negara kita telah memengaruhi cara kita menjalankan bisnis, bekerja, dan hidup," ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran yang mendalam. Bukan hanya soal harga energi, tetapi juga bagaimana guncangan itu merembet ke sektor-sektor lain yang selama ini dianggap stabil.
ASEAN Diminta Perkuat Ketahanan Kawasan
Meski menghadapi tekanan besar, Marcos menilai ASEAN sebenarnya sudah memiliki peta jalan. Melalui ASEAN Community Vision 2045, kawasan ini telah mengidentifikasi gangguan rantai pasok, keamanan sumber daya, dan rivalitas kekuatan besar sebagai tantangan jangka panjang.
Ia mendesak para pemimpin untuk tidak hanya bereaksi terhadap krisis jangka pendek. Menurutnya, diperlukan langkah yang lebih strategis: memperkuat institusi, meningkatkan koordinasi, dan menerapkan rencana aksi regional yang konkret. Tujuannya jelas, mencegah guncangan di masa depan berkembang menjadi krisis yang lebih dalam.
"Krisis terbaru menjadi pengingat yang jelas mengenai betapa rentannya ekonomi kita terhadap perubahan mendadak dalam tatanan internasional dan, akibatnya, ekonomi global," kata Marcos.
Ia menekankan bahwa waktu pemulihan tidak bisa dianggap remeh. "Beberapa minggu gangguan saja akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki, menguji bukan hanya pemerintah kita tetapi juga masyarakat kita," tambahnya.
Kerangka LEAD-SAIL-RISE
Di bawah keketuaan Filipina, ASEAN telah mengadopsi kerangka kerja yang disebut "LEAD-SAIL-RISE". Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat kerja sama politik-keamanan, integrasi ekonomi, dan pembangunan yang berpusat pada masyarakat di seluruh kawasan.
Pembahasan dalam sesi retreat tidak hanya berputar pada ancaman. Para pemimpin juga menggali pelajaran dari krisis geopolitik terbaru yang memengaruhi ekonomi global dan stabilitas kawasan. Fokus utamanya adalah bagaimana ASEAN bisa mengelola gangguan pasokan minyak dan tetap menjaga ketahanan bersama.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PSBS Biak Degradasi Usai Dibantai Dewa United 0-5, Pelatih Akui Krisis Finansial Ganggu Performa Tim
Marcos Jr. Umumkan Kamboja dan Thailand Capai Kesepakatan Awal Redakan Ketegangan Perbatasan di KTT ASEAN ke-48
Bom Rakitan Meledak di Halaman Sekolah Brasil, 10 Remaja Terluka
Tiga Pendaki Hilang Pascaerupsi Gunung Dukono, Satu di Antaranya WNI