PARADAPOS.COM - Bareskrim Polri tengah mengembangkan penyelidikan kasus pencucian uang yang terkait dengan jaringan peredaran narkoba internasional pimpinan Andre Fernando alias 'The Doctor'. Buronan utama ini diduga kuat beroperasi sebagai distributor utama, dengan jaringan yang membentang hingga ke Malaysia dan terhubung dengan sindikat lokal di Nusa Tenggara Barat. Investigasi ini berawal dari penangkapan dua oknum polisi yang diduga menerima suap perlindungan.
Jaringan Internasional dan Keterkaitan dengan Sindikat Lokal
Penyelidikan yang berlangsung berbulan-bulan mengungkap peta operasi sindikat yang cukup kompleks. Andre 'The Doctor' Fernando Tjhandra tidak hanya beroperasi di dalam negeri, tetapi juga memiliki koneksi yang solid dengan bandar narkoba di Malaysia. Lebih lanjut, polisi juga menemukan benang merah yang menghubungkannya dengan jaringan Koh Erwin, seorang bandar yang beroperasi di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Keterkaitan ini semakin jelas ketika diketahui bahwa Andre diduga memfasilitasi upaya pelarian Koh Erwin ke negara jiran. Namun, upaya tersebut gagal setelah Koh Erwin berhasil diamankan oleh aparat di perairan jalur ilegal menuju Malaysia pada akhir Februari 2026 lalu.
Modus Operandi dan Kendali Pasar
Dalam struktur sindikat, posisi Andre 'The Doctor' digambarkan sebagai otak yang memegang kendali penuh atas distribusi. Kelompok ini diduga memasok berbagai jenis narkotika ke pasar gelap, mulai dari sabu dan 'happy water' hingga cairan vape yang dicampur dengan zat berbahaya seperti etomidate, yang dipasarkan dengan merek-merek mewah.
Pengungkapan identitas asli Andre sendiri merupakan hasil dari pemeriksaan mendalam terhadap dua anak buahnya, Charles Bernando dan Arfan Yulius Lauw, yang telah lebih dulu ditangkap.
Penyamaran Transaksi dan Pengejaran Aset
Selain mengungkap peredaran narkoba, fokus utama penyidik Bareskrim saat ini adalah membongkar aliran dana dan praktik pencucian uang hasil kejahatan. Sindikat ini diduga menggunakan metode yang rumit untuk menyamarkan transaksi ilegal mereka.
Untuk menampung dana haram tersebut, mereka secara sistematis memanfaatkan rekening-rekening proxy yang dicari oleh para kaki tangan. Tujuannya jelas: memutus jejak digital dan mengelabui otoritas keuangan.
Pernyataan penyidik yang dikutip dari pemberitaan sebelumnya mengonfirmasi kecurigaan ini. "Jaringan The Doctor Samarkan Transaksi Narkoba Lewat 'Amal' dan 'DP Mobil'," ungkapnya, merujuk pada modus penyamaran yang melibatkan kedok sumbangan dan pembayaran mobil.
Dengan demikian, pengejaran yang dilakukan oleh Bareskrim Polri tidak hanya berfokus pada pelaku fisik, tetapi juga pada aset-aset keuangan yang dihasilkan dari bisnis haram ini, sebagai upaya memutus mata rantai ekonomi kriminal secara menyeluruh.
Artikel Terkait
Perancis dan Inggris Inisiasi Pembahasan Global untuk Jamin Keamanan Selat Hormuz
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab Imbas Ketegangan Iran di Selat Hormuz
Spanyol, Meksiko, dan Brasil Desak AS Buka Dialog Langsung dengan Kuba
KEK Palu Amankan Investasi Rp342,8 Miliar untuk Jargas dan Regasifikasi