Pria Bersenjata Tewas Ditembak Usai Lepaskan Tembakan ke Arah Petugas Secret Service di Depan Gedung Putih

- Minggu, 24 Mei 2026 | 01:25 WIB
Pria Bersenjata Tewas Ditembak Usai Lepaskan Tembakan ke Arah Petugas Secret Service di Depan Gedung Putih
PARADAPOS.COM - Washington, 23 Mei — Seorang pria bersenjata tewas setelah melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service di pos pemeriksaan keamanan tepat di luar Gedung Putih, Sabtu malam waktu setempat. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 itu juga mencederai seorang warga sipil yang berada di lokasi, sementara Presiden AS Donald Trump yang tengah berada di dalam kompleks dilaporkan aman dan tidak terdampak. Pelaku yang sempat dilarikan ke rumah sakit akhirnya meninggal dunia akibat luka tembak balasan dari aparat.

Kronologi Penembakan di Gerbang Depan Gedung Putih

Menurut pernyataan resmi Secret Service yang dirilis Sabtu malam, tersangka mendekati pos pemeriksaan dengan berjalan kaki. Tanpa peringatan, ia mengeluarkan senjata dari dalam tasnya dan langsung melepaskan tembakan ke arah petugas. Aparat yang berjaga segera membalas serangan tersebut, melukai pelaku hingga kritis. Seorang warga sipil yang kebetulan berada di sekitar lokasi juga terkena tembakan. Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih menyelidiki asal peluru yang mengenai korban—apakah dari senjata pelaku atau dari tembakan balasan petugas. Belum ada kepastian lebih lanjut mengenai kondisi korban sipil tersebut. Secret Service memastikan tidak ada satu pun personelnya yang terluka dalam insiden ini. Presiden Trump, yang saat kejadian berada di Gedung Putih, juga dilaporkan dalam keadaan selamat dan tidak perlu dievakuasi.

Suara Tembakan dan Instruksi Berlindung bagi Wartawan

Suasana di kompleks kepresidenan berubah tegang begitu rentetan tembakan terdengar. Sejumlah jurnalis yang tengah bertugas di Gedung Putih melaporkan bahwa mereka langsung diminta berlindung di ruang briefing pers. Instruksi itu disampaikan petugas keamanan dalam hitungan detik setelah suara letusan pertama. Koresponden Gedung Putih ABC News, Selina Wang, tengah melakukan siaran video langsung saat suara tembakan tiba-tiba terdengar di latar belakang. Rekaman yang dibagikannya memperlihatkan momen kebingungan dan ketegangan di area tersebut. Di lapangan, garis polisi tampak membentang di trotoar dekat kompleks Gedung Putih. Puluhan penanda barang bukti berwarna kuning telah ditempatkan petugas di area penembakan. Beberapa perlengkapan medis darurat—seperti tandu dan kotak P3K—masih terlihat berserakan di lokasi, menjadi saksi bisu dari insiden yang berlangsung singkat namun mencekam itu.

Meningkatnya Ancaman Keamanan di Sekitar Kompleks Kepresidenan

Peristiwa ini bukanlah yang pertama dalam beberapa bulan terakhir. Penembakan di luar Gedung Putih terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan di sekitar pusat pemerintahan AS. Bulan lalu, aparat mengungkap adanya percobaan pembunuhan terhadap Trump saat ia menghadiri White House Correspondents’ Association Dinner di Washington. Pelaku yang diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen telah didakwa mencoba membunuh presiden dan saat ini masih ditahan oleh otoritas federal. Beberapa hari setelah insiden makan malam itu, Secret Service kembali menembak seorang tersangka lain yang melepaskan tembakan ke arah petugas di dekat Washington Monument. Pola serangan yang berulang ini menunjukkan adanya celah keamanan yang terus menjadi perhatian serius bagi aparat. “Kami terus mengevaluasi prosedur keamanan di setiap titik akses,” ujar seorang pejabat Secret Service yang enggan disebut namanya. “Setiap insiden menjadi pelajaran untuk memperketat pengamanan.”

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar