Gempa M5,5 Guncang Kepulauan Talaud, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

- Selasa, 07 Juli 2026 | 11:25 WIB
Gempa M5,5 Guncang Kepulauan Talaud, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
PARADAPOS.COM - Gempa bumi tektonik dangkal berkekuatan M5,5 mengguncang Kepulauan Talaud, yang berada di perbatasan Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pada Selasa, 7 Juli 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku. Episenter gempa berada di laut, sekitar 107 kilometer arah barat laut Pulau Doi, Halmahera Utara, dengan kedalaman 40 kilometer, dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pemicu dan Karakteristik Gempa

Menurut analisis BMKG, gempa ini tergolong gempa bumi dangkal. Penyebab utamanya adalah pergerakan lempeng di Laut Maluku yang terus aktif. “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku dengan kedalaman mencapai 40 kilometer,” jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, di Jakarta. Lebih lanjut, hasil pemantauan menunjukkan mekanisme sumber gempa memiliki karakteristik pergerakan geser naik atau "oblique thrust fault". Ini berarti kombinasi antara sesar naik dan sesar mendatar bekerja dalam satu peristiwa. “Hasil analisis lebih lanjut terhadap mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi tektonik di Laut Maluku ini memiliki karakteristik pergerakan geser naik atau "oblique thrust fault",” ungkapnya.

Dampak Getaran di Wilayah Sekitar

Getaran gempa dirasakan cukup jelas di sejumlah wilayah. Di Naha, guncangan mencapai skala II hingga III MMI. Pada skala ini, getaran terasa seperti truk besar yang melintas di dekat rumah. Sementara itu, di Tobelo, getaran tercatat pada skala II MMI. Beberapa warga merasakan goyangan ringan, dan benda-benda ringan yang tergantung tampak bergoyang. “Hasil analisis lebih lanjut terhadap mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi tektonik di Laut Maluku ini memiliki karakteristik pergerakan geser naik atau "oblique thrust fault",” ujarnya.

Imbauan dan Kondisi Terkini

Hingga pukul 14.30 WIB, BMKG melaporkan belum ada gempa susulan yang terdeteksi. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta untuk menjauhi bangunan yang sudah retak atau rusak akibat guncangan, demi menghindari risiko reruntuhan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar