PARADAPOS.COM - Pemerintah India menyebut kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia pada awal Juli sebagai momen yang “khusus dan sangat luar biasa.” Penilaian ini muncul setelah rangkaian penyambutan istimewa, mulai dari pengawalan pesawat tempur di wilayah udara Indonesia hingga sambutan pribadi Presiden Prabowo Subianto di bandara. Dalam kunjungan dua hari yang berlangsung di Jakarta dan Yogyakarta itu, kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan 16 dokumen kerja sama di berbagai sektor strategis.
Sambutan Udara dan Gestur Kepresidenan
Sekretaris (Timur) Kementerian Luar Negeri India, Rudrendra Tandon, dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa malam, menggarisbawahi kehangatan yang dirasakan pihaknya sejak awal. Ia menceritakan bagaimana pesawat kepresidenan India yang membawa PM Modi dikawal ketat saat memasuki wilayah udara Indonesia.
“Ada penghormatan berupa jet-jet tempur yang menyambut beliau (PM Modi) saat memasuki wilayah udara Indonesia, serta gestur istimewa dari Presiden Prabowo yang menyambut beliau secara pribadi di bandara. Jika digabungkan, ini menjadi sebuah kunjungan yang sangat berkesan,” kata Tandon.
Tiga pesawat tempur F-16 dan dua Sukhoi Su-27/30 milik TNI Angkatan Udara mengawal pesawat tersebut hingga mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin sore. Tidak hanya itu, Presiden Prabowo secara langsung menyambut PM Modi begitu ia turun dari tangga pesawat—sebuah gestur yang jarang terjadi dalam protokol kenegaraan.
Penghargaan Tertinggi untuk Modi
Kejutan lain datang dalam bentuk penganugerahan Bintang Republik Indonesia Adipurna, tanda kehormatan tertinggi yang diberikan negara kepada PM Modi. Tandon mengakui bahwa penghargaan tersebut menjadi sorotan besar dalam kunjungan ini. Pemberian penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi Modi dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.
“Tentu saja, banyak agenda kerja yang telah diselesaikan, tetapi atmosfer dari kunjungan inilah yang rasanya belum bisa saya gambarkan dengan sepenuhnya. Namun yang pasti, dari pihak kami, ini adalah kunjungan yang tidak biasa dan sangat luar biasa,” ucap Tandon.
Kesepakatan Konkret di Berbagai Sektor
Di balik kemeriahan protokol, kunjungan ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan nyata. Hubungan Indonesia dan India saat ini berada dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif sejak 2018. Di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, Presiden Prabowo dan PM Modi menyaksikan langsung penandatanganan serta pengumuman 16 dokumen kerja sama.
Dokumen-dokumen tersebut mencakup kerja sama antarlembaga pemerintah maupun antarperusahaan di bidang eksplorasi ruang angkasa, pertahanan, kesehatan, pertanian, telekomunikasi, hingga pendidikan. Salah satu poin yang menonjol adalah kerja sama rudal yang disebut-sebut bertujuan meningkatkan kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Agenda ke Yogyakarta
Setelah rangkaian acara di Jakarta, PM Modi dijadwalkan mengunjungi Yogyakarta pada 8 Juli. Kunjungan ini memiliki nuansa budaya yang kuat, karena terkait dengan upaya pemugaran atau restorasi Candi Prambanan. Kerja sama ini menjadi simbol lain dari kedekatan emosional yang terbangun antara kedua negara, di luar agenda-agenda politik dan ekonomi yang telah disepakati.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Argentina Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Tumbangkan Mesir 3-2 di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Verifikasi Biometrik Registrasi SIM Capai 83 Persen, Komdigi: Deteksi Dini Berjalan Efektif
Desak Made Rita Kusuma Dewi Resmi Jadi Pemanjat Speed Putri Nomor Satu Dunia
Komdigi Terapkan Sanksi Berjenjang bagi Operator Seluler yang Tak Patuh Registrasi Biometrik Mulai Juli 2026