Jemaah Haji dari Negara Barat Tetap Berdatangan ke Makkah Meski Ada Peringatan Perjalanan AS

- Minggu, 24 Mei 2026 | 04:50 WIB
Jemaah Haji dari Negara Barat Tetap Berdatangan ke Makkah Meski Ada Peringatan Perjalanan AS

PARADAPOS.COM - Makkah. Meskipun ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memicu peringatan perjalanan dari pemerintah AS untuk kawasan Timur Tengah, gelombang jemaah haji dari negara-negara Barat tetap mengalir menuju Makkah, Arab Saudi. Mereka mengabaikan risiko keamanan yang membayangi, dengan keyakinan bahwa tanah suci adalah tempat yang paling aman. Salah satunya adalah Fadel, seorang warga negara Amerika Serikat, yang dengan tegas menyatakan bahwa perang tidak akan menyurutkan niatnya untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ini.

Keyakinan di Tengah Ketegangan

Di tengah hiruk-pikuk politik global yang memanas, suasana di Makkah justru menunjukkan pemandangan yang kontras. Para calon jemaah haji dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari negara-negara yang terimbas langsung peringatan perjalanan, terlihat khusyuk mempersiapkan diri. Fadel, yang ditemui di area sekitar Masjidil Haram, mengungkapkan pendiriannya dengan tenang namun pasti.

"Bahkan jika perang masih berlangsung, saya tidak akan mundur," kata Fadel.

Ia kemudian merujuk pada ayat suci Al-Qur'an sebagai dasar keyakinannya. Menurutnya, Makkah bukan sekadar kota biasa, melainkan tempat yang dijamin keamanannya oleh Allah SWT. "Kita tidak diragukan lagi berada di tempat teraman di dunia," ujarnya, menegaskan bahwa ketegangan politik tidak mampu menggoyahkan imannya.

Dinamika Konflik dan Ibadah

Ibadah haji tahun ini berlangsung di bawah bayang-bayang konflik yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel. Situasi tersebut sempat memanas ketika Iran melancarkan serangan balasan ke fasilitas-fasilitas AS yang berada di Arab Saudi dan negara-negara tetangganya. Meskipun demikian, eskalasi perang kini mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun gencatan senjata masih berada dalam kondisi yang sangat rapuh dan kritis.

Di lapangan, para jemaah tetap fokus pada rangkaian ibadah. Mereka datang dengan persiapan matang, baik secara fisik maupun mental. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa panggilan spiritual seringkali melampaui pertimbangan geopolitik yang kompleks. Para pengamat menilai, fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan keimanan yang tidak mudah terpengaruh oleh dinamika konflik sesaat.

Di tengah suasana yang penuh kehati-hatian, pemerintah Arab Saudi sendiri telah meningkatkan pengamanan di titik-titik vital. Namun, para jemaah yang diwawancarai tampak tidak terusik. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan berdoa dan beribadah, seolah menempatkan kepercayaan penuh pada perlindungan Ilahi di atas segalanya.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar