PARADAPOS.COM - Puluhan biksu dari Thailand, Malaysia, dan Laos yang menempuh perjalanan kaki lintas pulau dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 resmi tiba di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 25 Mei 2026. Rombongan yang memulai langkah dari Bali pada 9 April 2026 ini diterima langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Perjalanan sejauh 30 hingga 40 kilometer per hari ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE yang puncaknya akan digelar di Candi Borobudur pada 31 Mei 2026.
Thudong Bukan Sekadar Perjalanan Fisik
Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa esensi dari perjalanan thudong lintas negara ini melampaui sekadar pembuktian ketahanan fisik. Ia menyebutnya sebagai sebuah manifesto kemanusiaan yang kuat.
"Bagi saya pribadi, Indonesia Walk for Peace bukan sekadar perjalanan fisik. Ia adalah simbolisasi langkah maju menuju masa depan bangsa yang harmonis dan bermartabat melalui penyebaran energi positif dan harmoni antarpemeluk agama," ujar Sri Sultan.
Gubernur DIY itu juga mengingatkan masyarakat tentang hakikat penciptaan manusia yang beragam. Menurutnya, keberagaman justru menjadi landasan untuk mempererat persaudaraan global.
"Memang Tuhan menciptakan makhluk yang berbeda-beda. Berbeda kulitnya, berbeda rasnya. Jadi, keberagaman suku, agama, dan budaya adalah kekayaan yang menyatukan, bukan memisahkan bangsa," tutur Sultan.
Komposisi Peserta dan Perjalanan yang Penuh Tantangan
Aksi jalan damai lintas pulau ini diikuti oleh total 57 peserta. Rinciannya, 50 orang biksu asal luar negeri dan 7 orang peserta pendamping dari Indonesia. Dari luar negeri, 43 biksu berasal dari Thailand, 4 orang dari Malaysia, dan 3 orang dari Laos.
Rombongan spiritual ini dipimpin oleh seorang biksu bernama Phanarin Anando, yang saat ini baru berusia 31 tahun. Menariknya, rentang usia para peserta thudong ini sangat kontras. Biksu tertua berusia 67 tahun, sementara anggota termuda baru menginjak 23 tahun.
Sejak memulai perjalanan dari Bali pada 9 April 2026, para biksu harus berjalan kaki sejauh 30 hingga 40 kilometer setiap harinya. Mereka menghabiskan waktu sekitar 8 hingga 10 jam per hari di jalan raya. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah cuaca ekstrem di Pulau Jawa yang mencapai suhu 34 hingga 36 derajat Celsius.
Momentum untuk Memperkuat Citra Toleransi
Ketua Panitia IWFP 2026 DIY, Tandean Harry Setio, menggarisbawahi pentingnya momentum ini bagi citra positif Yogyakarta di mata internasional. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk menunjukkan sikap ramah dan terbuka, sesuai arahan yang telah disampaikan oleh jajaran kepala daerah.
"Ada imbauan dari Gubernur DIY dan Wali Kota Yogyakarta bahwa kita harus menyambut dan menunjukkan Jogja sebagai city of tolerance. Mari bersama-sama turut serta menyambut sebagai wujud penghormatan, toleransi, semangat persaudaraan, dan dukungan terhadap pesan-pesan perdamaian," kata Tandean Harry.
Suasana di Bangsal Kepatihan pagi itu terasa khidmat. Para biksu dengan jubah khas mereka duduk bersila di lantai batu, sementara Sri Sultan menyampaikan sambutan dengan nada tenang namun penuh makna. Di luar kompleks, beberapa warga Yogyakarta terlihat antusias menyaksikan kedatangan rombongan, ada yang membawa kamera ponsel, ada pula yang sekadar mengangguk hormat dari kejauhan. Perjalanan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga menjadi cermin bagi toleransi yang hidup di tengah masyarakat.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemerintah Kramat Jati Prioritaskan Distribusi Tong Sampah Organik dan Anorganik ke Permukiman Warga
BTN Gelar Lelang Akbar 2026, Tawarkan Puluhan Ribu Rumah dengan Diskon hingga 40 Persen
Warga Cilegon Keluhkan Bau Tajam dan Perih di Mata Usai Dugaan Ledakan di Pabrik PT Merak Chemicals
Kejagung Tetapkan Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Tersangka Perintangan Penyidikan Kasus Korupsi CPO