Gerakan 100 Celebrities Talk for Para Athletes Diapresiasi Menjelang Satu Tahun Perjalanan

- Kamis, 09 Juli 2026 | 17:50 WIB
Gerakan 100 Celebrities Talk for Para Athletes Diapresiasi Menjelang Satu Tahun Perjalanan
PARADAPOS.COM - Gerakan 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP), sebuah inisiatif yang menghimpun pesan dukungan dari seratus tokoh dunia untuk atlet paralimpik, telah berjalan sejak Juli 2025. Salah satu pendiri gerakan ini, Natalia Cahya asal Indonesia, secara resmi meluncurkan program tersebut di Ital Auto Singapura, bekerja sama dengan APSF, NPC Singapura, SDSC, KBRI Singapura, serta 14 atlet paralimpik nasional Singapura. Menjelang satu tahun perjalanannya pada 11 Juli mendatang, apresiasi datang dari Managing Director Cavallino Motors Ferrari Thailand, Nandhamalee Bhirombhakdi, dan Sekjen NPC Singapura, Leslie Lee.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Nandhamalee Bhirombhakdi menyampaikan pesan khusus yang ditujukan langsung kepada para atlet paralimpik. Dalam program Metro Sport Metro TV pada Kamis, 9 Juli 2026, ia mengungkapkan kekagumannya. “Saya ingin menyampaikan selamat sekaligus memberikan semangat, pada seluruh atlet paralimpik, kalian adalah inspirasi kami. Dan kami mengagumi semangat dan kekuatan mental kalian, dan kami memberikan selamat untuk kalian semua,” kata Nandhamalee. Suasana di lokasi peluncuran terasa hangat ketika para atlet dan tamu undangan saling bertukar cerita. Tak hanya itu, Sekjen NPC Singapura Leslie Lee juga turut memberikan ucapan selamat atas pencapaian program ini. “Selamat untuk berlangsungnya program 100 CTFP dan ulang tahunnya. Terima kasih atas terciptanya program yang luar biasa ini dengan mengangkat atlet para ini,” ujar Leslie Lee dalam kesempatan yang sama.

Momentum Menuju Satu Tahun

Inisiatif ini lahir dari keprihatinan akan minimnya sorotan terhadap atlet difabel di kancah internasional. Dengan mengumpulkan pesan dari seratus tokoh, gerakan 100 CTFP berupaya membangun solidaritas global. Peluncuran di Singapura menjadi salah satu tonggak penting, menandai bagaimana kolaborasi lintas negara dan organisasi dapat memperkuat suara para atlet. Kehadiran para atlet paralimpik Singapura dalam acara tersebut menambah semangat kebersamaan. Mereka berdiri berdampingan dengan perwakilan diplomatik dan penggiat olahraga, menunjukkan bahwa pesan dukungan ini bukan sekadar seremonial. Gerakan ini, yang akan genap berusia satu tahun, diharapkan terus menginspirasi lebih banyak pihak untuk memberikan pengakuan setara bagi para atlet paralimpik di seluruh dunia.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar