AS Hentikan Akses Penerbangan Iran ke Wilayah AS sebagai Bagian dari Eskalasi Tekanan Baru

- Jumat, 29 Mei 2026 | 05:50 WIB
AS Hentikan Akses Penerbangan Iran ke Wilayah AS sebagai Bagian dari Eskalasi Tekanan Baru
PARADAPOS.COM - Washington, 28 Mei 2026 – Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengumumkan langkah baru untuk menekan Iran dengan menghentikan akses maskapai penerbangan Iran terhadap hak pendaratan, layanan pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket di wilayah AS. Kebijakan ini diumumkan melalui unggahan di platform X pada Kamis, 28 Mei 2026, tanpa menyebutkan secara spesifik maskapai mana yang menjadi sasaran. Langkah ini merupakan bagian dari eskalasi tekanan Washington terhadap Tehran di tengah ketegangan yang masih berlangsung pasca-gencatan senjata 8 April lalu.

Tekanan Baru di Sektor Penerbangan

Dalam unggahannya, Bessent menuliskan pernyataan tegas yang langsung menjadi sorotan. “Kami akan menghentikan akses kedua maskapai Iran terhadap hak pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket,” tulisnya. Ia tidak merinci lebih lanjut identitas maskapai yang dimaksud. Namun, catatan sebelumnya menunjukkan bahwa Iran Air, maskapai nasional Iran, telah lama masuk dalam daftar sanksi Departemen Luar Negeri AS. Begitu pula dengan Mahan Air, yang juga pernah menjadi sasaran sanksi Washington. Keputusan ini seolah menjadi baut pengunci bagi operasional kedua maskapai tersebut di Amerika Serikat. Bessent juga menyiratkan bahwa perbaikan hubungan hanya mungkin terjadi jika ada hasil negosiasi yang memuaskan. Ia memperingatkan bahwa tanpa itu, situasi bisa semakin memburuk.

Pengecualian untuk Perjalanan Religi dan Kemanusiaan

Meski tekanan semakin keras, Bessent memberikan ruang gerak terbatas. Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari yang sama, ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan menghalangi perjalanan untuk kepentingan keagamaan. “Kami tidak akan membatasi pergerakan untuk alasan keagamaan, sehingga warga Iran yang ingin menunaikan ibadah ke Makkah atau Madinah akan tetap diizinkan,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengecualian serupa juga akan diberikan untuk misi kemanusiaan yang sah. Pernyataan ini memberi sedikit kelonggaran di tengah kebijakan yang terkesan totaliter.

Latar Belakang Ketegangan yang Meluas

Pengumuman ini muncul sehari setelah Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap otoritas baru Iran yang mengelola tarif pelayaran di Selat Hormuz, yaitu Persian Gulf Strait Authority. Langkah itu menyusul pengambilalihan kontrol ketat Iran atas jalur strategis tersebut setelah perang AS-Israel melawan Tehran yang pecah pada 28 Februari lalu. Selat Hormuz, yang menjadi jalur distribusi energi utama dunia, kini berada dalam situasi genting. Gangguan di wilayah itu telah mendorong lonjakan biaya energi global, membuat setiap kebijakan yang menyangkut selat ini menjadi sorotan internasional. Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April dan mediasi dari Pakistan masih berlangsung, ketegangan di lapangan belum sepenuhnya mereda. Pada Kamis, laporan menyebutkan bahwa pasukan AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan, menandakan bahwa perdamaian masih jauh dari kata pasti.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar