PARADAPOS.COM - Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKB, Sudjatmiko, mendorong pembangunan shelter khusus bagi pengemudi ojek online di setiap kecamatan. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada Senin, 13 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya menata transportasi perkotaan yang lebih tertib, aman, dan manusiawi. Menurutnya, keberadaan transportasi online telah menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus pilar penting dalam sistem transportasi nasional.
Fasilitas Minim di Tengah Peran Strategis
Dalam keterangan tertulis yang diterbitkan keesokan harinya, Selasa, 14 Juli 2026, Sudjatmiko menyoroti ironi yang dialami para pengemudi ojek online. “Mereka adalah ujung tombak mobilitas masyarakat. Sayangnya, fasilitas bagi mereka masih sangat minim,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan shelter tidak semata-mata soal kesejahteraan pengemudi. Lebih dari itu, langkah ini dinilai sebagai solusi konkret untuk mengurai parkir liar dan penumpukan kendaraan di trotoar. Kondisi itu, menurutnya, kerap memicu kemacetan dan mengganggu ketertiban ruang publik.
Belum Ada Anggaran Khusus
Sudjatmiko menyoroti fakta bahwa hingga saat ini belum ada program maupun alokasi anggaran khusus dari pemerintah untuk pembangunan shelter kendaraan online. Ia mendesak Kementerian Perhubungan agar segera memasukkan program tersebut ke dalam agenda prioritas pembangunan transportasi.
Sebagai langkah awal, ia mengusulkan proyek percontohan dengan target minimal satu shelter di setiap kecamatan yang memiliki aktivitas transportasi online tinggi. Penentuan lokasi, jelasnya, harus didasarkan pada data kepadatan pengemudi.
“Kita mulai dari yang realistis dan berdampak. Minimal satu shelter di setiap kecamatan sebagai proyek percontohan. Desainnya kita siapkan, kemudian dievaluasi. Jika terbukti efektif, program ini bisa diperluas ke daerah lain,” jelas Sudjatmiko.
Apresiasi dan Harapan Kolaborasi
Politikus PKB itu turut mengapresiasi sejumlah perusahaan aplikasi transportasi yang sudah menyediakan fasilitas istirahat bagi mitra pengemudi. Namun, ia menilai fasilitas tersebut masih terbatas dan belum terintegrasi dengan kebijakan pemerintah maupun tata ruang perkotaan.
“Ke depan perlu ada kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, pihak aplikator, dan komunitas pengemudi agar shelter yang dibangun memiliki standar yang baik, aman, nyaman, tersedia tempat pengisian daya telepon genggam, serta tidak mengganggu lalu lintas,” tuturnya.
Respons Kemenhub dan Komitmen Pengawalan
Menanggapi usulan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyatakan keterbukaan untuk mengkaji pembangunan fasilitas pendukung bagi transportasi online. Suasana rapat berlangsung dinamis, dengan sejumlah anggota dewan lain turut memberikan masukan.
Sudjatmiko berjanji akan terus mengawal usulan ini hingga masuk dalam agenda prioritas Komisi V DPR dan direalisasikan pemerintah. “Saya akan mengawal usulan ini hingga terealisasi demi kenyamanan pengemudi sekaligus menciptakan transportasi perkotaan yang lebih tertib, aman, dan manusiawi,” ungkapnya.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi: Siswa Pelaku Bom di MAN 3 Padang Terindikasi Alami Bullying Berkepanjangan
Komisi V DPR Dorong Operasional Kereta Api Diserahkan Penuh ke PT KAI
Polres Kuansing Musnahkan 48 Rakit Dompeng Ilegal di Aliran Sungai Kuantan
Penyitaan 74 Kg Emas dan Rp476 Miliar dari Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Aktivis Duga Mahar Jabatan ke Jaksa Agung