Lima Destinasi Wisata Sejarah, Budaya, dan Religi Gratis di Surabaya

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:50 WIB
Lima Destinasi Wisata Sejarah, Budaya, dan Religi Gratis di Surabaya
PARADAPOS.COM - Surabaya, Jawa Timur, menawarkan lebih dari sekadar hiruk-pikuk kota metropolitan. Di balik gemerlapnya, kota pahlawan ini menyimpan perpaduan unik antara wisata sejarah, budaya, dan religi yang siap dieksplorasi. Mulai dari Kampung Arab Ampel yang kental nuansa Timur Tengah hingga Museum 10 November yang penuh heroisme, ada lima destinasi populer yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda.

Menyusuri Jejak Religi di Kampung Arab Ampel

Keberagaman etnis di Indonesia terpancar indah di Surabaya, salah satunya melalui Kampung Arab. Kawasan yang berlokasi di Jalan Ampel Kejeron I Nomor 4, Kecamatan Semampir ini dihuni oleh mayoritas penduduk keturunan Arab. Tempat ini sangat populer sebagai destinasi wisata religi utama di kota pahlawan. Nuansa budaya Timur Tengah yang autentik terasa begitu kuat saat melangkahkan kaki di sini. Pengunjung bisa berburu aneka suvenir menarik, mulai dari pakaian, minyak wangi, hingga peralatan ibadah. Yang menarik, wisatawan dapat menikmati suasana kampung ini tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

Pesona Budaya di Kelenteng Sanggar Agung

Bagi pencinta wisata budaya, Kelenteng Sanggar Agung yang terletak di kawasan Pantai Ria Kenjeran memiliki daya tarik visual yang memukau. Tepatnya di Jalan Sukolilo Nomor 100, kelenteng ini berdiri megah dengan ikon patung Dewi Kwan Im, patung Sha Nan dan Tong Nu, serta ornamen patung naga yang meliuk indah di tepi laut. Suasana sakral akan sangat terasa, terutama saat perayaan Imlek yang selalu dibanjiri pengunjung lokal maupun mancanegara. Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yakni berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.

Menelusuri Sejarah di Museum House of Sampoerna

Surabaya juga dikenal memiliki museum yang sangat terawat, salah satunya Museum House of Sampoerna. Gedung megah bergaya kolonial yang beralamat di Taman Sampoerna Nomor 6 ini awalnya merupakan lokasi pertama produksi rokok Sampoerna. Pengunjung dapat mempelajari sejarah kretek di Indonesia, mengenal jenis cengkih, melihat koleksi pemantik kuno, hingga menyaksikan proses produksi secara langsung. Fasilitas menarik lainnya meliputi tur keliling kota gratis dengan bus, kafe, dan toko suvenir di lantai dua. Tempat yang tidak memungut biaya masuk alias gratis ini juga menawarkan banyak sudut estetis untuk berfoto.

Ikon Perjuangan di Tugu Pahlawan

Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Surabaya tanpa singgah di Tugu Pahlawan. Monumen ikonis yang menjulang tinggi di Jalan Pahlawan, Kecamatan Bubutan ini telah berdiri kukuh sejak masa penjajahan. Dikelilingi oleh pepohonan rindang dan taman hijau yang asri, kawasan ini sangat cocok dijadikan tempat bersantai setelah lelah berkeliling kota. Pengunjung dapat memasuki area monumen bersejarah ini secara gratis tanpa dipungut biaya.

Menyelami Heroisme di Museum 10 November

Berada di kompleks yang sama dengan Tugu Pahlawan, museum ini adalah saksi bisu dari heroisme perjuangan masyarakat Surabaya saat peristiwa 10 November 1945. Destinasi wisata edukasi sejarah ini menyimpan banyak cerita dan bukti perjuangan fisik di masa lalu. Pengunjung dapat menyusuri berbagai koleksi berharga yang meliputi:
  1. Rangkaian foto dan lukisan yang menggambarkan situasi mencekam pada zaman perang.
  2. Benda koleksi bersejarah milik tokoh besar Bung Tomo.
  3. Aneka peralatan dan senjata perang yang digunakan oleh arek-arek Suroboyo saat melawan penjajah.
Untuk menikmati seluruh koleksi sarat nilai sejarah dan edukasi ini, para pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5 ribu.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar