PARADAPOS.COM - Jakarta resmi menjadi kota pertama yang ditunjuk sebagai tuan rumah "Harmony in Diversity Award 2026", sebuah ajang penghargaan keberagaman tingkat Asia Tenggara yang digelar pada 14 hingga 15 Juli 2026. Forum prestisius ini dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat solidaritas, kepercayaan, serta kepedulian antarkomunitas di kawasan. Penunjukan ini diumumkan dalam acara Welcoming Dinner di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa malam, 14 Juli 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa acara ini merupakan komitmen kolektif untuk memperkuat perdamaian, persahabatan, serta persatuan warga di seluruh Asia Tenggara. "Kami memandang acara ini sebagai komitmen kolektif untuk memperkuat perdamaian, persahabatan, serta persatuan warga di seluruh Asia Tenggara di tengah kondisi dunia yang semakin kompleks," ujarnya dalam sambutan yang disiarkan oleh Antara.
Komitmen Jakarta terhadap Toleransi
Pramono menyatakan, Jakarta senantiasa berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi demi merawat identitas kota yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang konsisten memfasilitasi berbagai ruang perayaan keagamaan dan kebudayaan secara adil.
"Mulai dari Christmas Carol Kolosal, perayaan Imlek, parade Ogoh-ogoh, Jakarta Bedug Kolosal, hingga Waisak, semuanya mendapat ruang di kota ini. Keberagaman adalah sumber kekuatan utama Jakarta," sambung Pramono dengan nada optimistis.
Suasana malam itu terasa khidmat di Balai Agung, tempat para undangan duduk melingkar di meja-meja bundar yang dihiasi ornamen khas Nusantara. Sorot lampu kuning hangat menerangi ruangan, menciptakan atmosfer dialog yang akrab namun sarat makna.
Penghargaan untuk Tokoh Inspiratif
Gelaran yang diinisiasi oleh Temasek Foundation bersama 5P Global Movement ini turut memberikan penghargaan kepada tokoh inspiratif dunia, salah satunya Kardinal Orlando Beltran Quevedo. Ia dianugerahi penghargaan atas dedikasi dan kontribusi nyatanya memediasi konflik di Mindanao melalui forum Bishops-Ulama Conference.
Penghargaan ini diserahkan langsung di hadapan para tokoh berpengaruh yang hadir. Acara jamuan makan malam kenegaraan ini juga menjadi momentum berkumpulnya para pemimpin kawasan ASEAN. Di antaranya mantan Presiden Singapura Halimah Yacob, pendiri 5P Global Movement Arsjad Rasjid, serta dua mantan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan Marty Natalegawa.
Mereka duduk berdampingan, berbagi cerita dan pengalaman tentang bagaimana keberagaman bisa menjadi perekat, bukan pemisah. Percakapan ringan namun penuh substansi terdengar di sela-sela hidangan khas Betawi yang disajikan.
Dengan terpilihnya Jakarta sebagai tuan rumah, kota ini kembali menunjukkan perannya sebagai pusat dialog dan perdamaian di Asia Tenggara. Ajang ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa perbedaan bisa dirayakan, bukan dipertentangkan.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelundupan 12 Motor Curian ke Sumatra di Gerbang Tol Cikupa
Truk Terguling Usai Tabrak Motor di Gowa, Satu Pengendara Tewas
Kebakaran Hutan dan Lahan di Rokan Hilir Meluas, Petugas Berjibaku Padamkan Api di Lahan Gambut
BPBD Garut Catat Tiga Titik Kebakaran Hutan dan Lahan dalam Sepekan