Seleksi Kompetensi PPPK Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Ini Contoh Soal yang Diujikan

- Kamis, 16 Juli 2026 | 04:25 WIB
Seleksi Kompetensi PPPK Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Ini Contoh Soal yang Diujikan
PARADAPOS.COM - Seleksi kompetensi CAT PPPK Sekolah Rakyat yang digelar oleh Kementerian Sosial (Kemensos) resmi dimulai pada 17 Juli 2026. Tahapan ini menjadi momen krusial bagi para calon guru dan tenaga kependidikan yang akan bertugas di lingkungan pendidikan di bawah naungan Kemensos. Peserta diwajibkan hadir sesuai jadwal, lokasi, dan sesi yang telah ditentukan. Tes dilaksanakan dalam tiga sesi per hari, kecuali pada hari Jumat yang hanya berlangsung dua sesi. Untuk membantu persiapan, berikut disajikan contoh soal yang dapat dijadikan bahan belajar.

Latar Belakang Seleksi dan Pentingnya Persiapan

Proses rekrutmen ini tidak bisa dianggap enteng. Selain menguji kompetensi dasar, soal-soal yang diujikan dirancang untuk mengukur pemahaman peserta terhadap kondisi nyata di lapangan, terutama dalam menangani siswa dari latar belakang prasejahtera. Oleh karena itu, memahami pola soal dan konteksnya menjadi kunci utama.

15 Contoh Soal Seleksi Kompetensi CAT PPPK Sekolah Rakyat

Berikut adalah contoh soal yang dapat menjadi referensi. Setiap soal dilengkapi dengan kunci jawaban untuk memudahkan evaluasi mandiri. 1. Seorang guru Sekolah Rakyat menghadapi anak jalanan yang sering bolos sekolah, karena harus bekerja membantu orang tuanya. Tindakan paling tepat yang harus diambil oleh guru dan tenaga kependidikan adalah... A. Mengeluarkan anak tersebut dari sekolah, karena tidak mematuhi tata tertib kehadiran. B. Membiarkan saja karena memahami bahwa mencari uang lebih penting untuk bertahan hidup. C. Melakukan kunjungan rumah (home visit) dan berkoordinasi dengan pekerja sosial Kemensos untuk mencari solusi bersama orang tua. D. Meminta anak tersebut memilih antara tetap sekolah atau bekerja secara penuh. Jawaban: C Pendekatan humanis dan kolaboratif menjadi kunci dalam situasi seperti ini. Tidak cukup hanya dengan menegakkan aturan, guru dituntut untuk turun langsung memahami akar masalah dan melibatkan pihak terkait. 2. Seorang staf administrasi Sekolah Rakyat mendapati bahwa sistem Dapodik pusat sedang mengalami gangguan teknis (eror) di hari terakhir batas waktu (deadline) sinkronisasi data bantuan sosial siswa prasejahtera. Tindakan taktis yang harus dilakukan adalah... A. Menunggu sistem kembali normal tanpa melakukan tindakan apa pun karena itu kesalahan pusat. B. Segera menghubungi helpdesk Dapodik dan membuat laporan resmi secara tertulis, serta mengirimkan data cadangan (backup) melalui jalur komunikasi alternatif yang telah ditentukan. C. Memanipulasi data agar sesuai dengan kuota yang tersedia. D. Menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada operator sekolah lain. Jawaban: B Dalam situasi darurat teknis, langkah antisipatif dan dokumentasi yang jelas menjadi prioritas. Proaktif mencari solusi melalui jalur resmi menunjukkan profesionalisme seorang tenaga kependidikan. 3. Dalam sebuah rapat, kepala Sekolah Rakyat mengusulkan program pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) untuk meningkatkan keterampilan hidup siswa. Sebagai guru, respons yang paling tepat adalah... A. Menolak karena dianggap terlalu rumit dan memakan waktu. B. Menerima usulan tersebut tanpa memberikan masukan. C. Mendukung usulan dan menawarkan diri untuk menyusun modul pembelajaran yang relevan dengan kondisi sosial ekonomi siswa. D. Mengusulkan agar program tersebut diganti dengan kegiatan bimbingan belajar tambahan. Jawaban: C Keterlibatan aktif dalam pengembangan kurikulum yang kontekstual sangat dihargai. Guru yang inisiatif dan mampu menyesuaikan metode dengan kebutuhan siswa menunjukkan kompetensi pedagogik yang baik. 4. Seorang siswa di Sekolah Rakyat menunjukkan bakat luar biasa dalam seni lukis, namun orang tuanya tidak mampu membeli peralatan melukis. Langkah yang sebaiknya dilakukan guru adalah... A. Mengabaikan bakat tersebut karena keterbatasan dana. B. Meminjamkan peralatan pribadi tanpa melibatkan pihak sekolah. C. Mengusulkan program beasiswa atau bantuan alat melalui dana sosial sekolah dan berkoordinasi dengan dinas terkait. D. Menyarankan siswa untuk mencari donatur sendiri. Jawaban: C Menggali potensi siswa tidak boleh terhenti oleh keterbatasan ekonomi. Peran guru adalah menjadi jembatan antara bakat siswa dengan sumber daya yang tersedia. 5. Ketika sedang mengajar, tiba-tiba terjadi gempa bumi ringan. Tindakan pertama yang harus dilakukan guru adalah... A. Berlari keluar kelas meninggalkan siswa. B. Menenangkan siswa dan memandu mereka untuk berlindung di bawah meja, kemudian keluar kelas secara tertib. C. Melanjutkan pelajaran seperti biasa. D. Meminta siswa berdoa bersama di tempat duduk masing-masing. Jawaban: B Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Seorang guru harus mampu bertindak cepat dan tenang dalam situasi darurat. 6. Seorang guru melihat rekan kerjanya sering datang terlambat dan tidak menyelesaikan administrasi pembelajaran. Sikap yang paling profesional adalah... A. Melaporkan langsung ke kepala sekolah tanpa berdiskusi. B. Menegur di depan umum agar ia malu. C. Menegur secara pribadi dan menawarkan bantuan jika ada kendala yang dihadapi. D. Membiarkan karena itu urusan pribadi masing-masing. Jawaban: C Membangun budaya kerja yang profesional dimulai dari komunikasi interpersonal yang baik. Pendekatan personal lebih efektif untuk menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan konflik. 7. Dalam proses pembelajaran, seorang guru mendapati bahwa metode ceramah tidak efektif untuk siswa yang sebagian besar memiliki latar belakang putus sekolah. Alternatif metode yang paling tepat adalah... A. Tetap menggunakan ceramah karena paling mudah. B. Memberikan tugas rumah yang banyak. C. Menggunakan metode diskusi kelompok kecil dan permainan peran (role playing) yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. D. Meminta siswa untuk mencatat materi dari papan tulis. Jawaban: C Pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual lebih mudah diterima oleh siswa yang memiliki pengalaman hidup beragam. Metode ini juga membantu membangun kepercayaan diri mereka. 8. Orang tua siswa mengeluh karena anaknya sering mendapat tugas yang membutuhkan akses internet, sementara mereka tidak memiliki kuota. Solusi yang paling bijaksana adalah... A. Mengabaikan keluhan tersebut. B. Mengurangi jumlah tugas secara keseluruhan. C. Mendesain tugas yang tidak bergantung pada internet, seperti wawancara dengan tetangga atau observasi lingkungan sekitar. D. Meminta siswa untuk mengerjakan tugas di warnet. Jawaban: C Kreativitas guru dalam mendesain tugas sangat diperlukan, terutama ketika menghadapi keterbatasan sarana. Tugas harus tetap menantang namun dapat dikerjakan dengan sumber daya yang ada. 9. Seorang siswa sering terlihat murung dan menarik diri dari pergaulan. Tindakan awal yang tepat bagi guru adalah... A. Membiarkannya karena mungkin hanya butuh waktu sendiri. B. Langsung menghubungi psikolog sekolah. C. Mendekati siswa tersebut secara perlahan, mengajak bicara dari hati ke hati, dan jika perlu berkoordinasi dengan guru BK. D. Memberitahu orang tua agar anaknya dipindahkan sekolah. Jawaban: C Pendekatan empatik dan bertahap adalah langkah awal yang paling manusiawi. Guru perlu menjadi pendengar yang baik sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. 10. Kepala sekolah meminta guru untuk menggunakan data asesmen diagnostik sebagai dasar menyusun rencana pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran harus bersifat... A. Seragam untuk semua siswa. B. Berpusat pada guru. C. Berdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa. D. Berorientasi pada nilai ujian akhir. Jawaban: C Pembelajaran yang berdiferensiasi menempatkan kebutuhan individu siswa sebagai acuan utama. Data asesmen digunakan untuk menyesuaikan strategi, bukan untuk menyamaratakan. 11. Seorang guru ingin mengajarkan nilai gotong royong kepada siswa. Kegiatan yang paling tepat adalah... A. Memberikan ceramah tentang pentingnya gotong royong. B. Menugaskan siswa untuk membuat poster tentang gotong royong. C. Merancang proyek membersihkan lingkungan sekolah secara berkelompok. D. Memberikan hadiah kepada siswa yang paling rajin. Jawaban: C Nilai-nilai karakter akan lebih mudah tertanam jika dipraktikkan langsung. Pengalaman nyata dalam kerja sama akan lebih membekas dibandingkan teori semata. 12. Dalam rapat evaluasi, ditemukan bahwa banyak siswa kesulitan memahami materi matematika dasar. Langkah strategis yang harus diambil sekolah adalah... A. Menambah jam pelajaran matematika. B. Mengadakan program remedial dan bimbingan belajar tambahan yang menyenangkan. C. Menurunkan standar kelulusan. D. Mengganti guru matematika. Jawaban: B Intervensi yang terstruktur dan suportif lebih efektif daripada tindakan reaktif. Program remedial harus dirancang agar tidak membuat siswa semakin tertekan. 13. Seorang guru menemukan siswa yang membawa handphone ke sekolah, padahal aturan melarangnya. Tindakan yang paling mendidik adalah... A. Menyita handphone dan tidak mengembalikannya. B. Membiarkan karena semua siswa juga melakukannya. C. Menegur siswa, menanyakan alasan membawa handphone, dan memberikan pemahaman tentang aturan sekolah. D. Melaporkan ke polisi. Jawaban: C Pendekatan edukatif lebih diutamakan daripada tindakan represif. Guru perlu menggali alasan di balik pelanggaran dan memberikan pengertian. 14. Saat jam istirahat, terjadi perkelahian antara dua siswa. Tindakan pertama guru yang melihat kejadian tersebut adalah... A. Merekam kejadian dan mengunggahnya ke media sosial. B. Segera memisahkan kedua siswa dan membawa mereka ke ruang guru untuk dimediasi. C. Memanggil orang tua masing-masing di tempat. D. Membiarkan mereka berkelahi hingga lelah. Jawaban: B Keamanan dan keselamatan siswa adalah prioritas. Mediasi di ruang yang netral membantu meredakan emosi dan mencari solusi bersama. 15. Seorang siswa bertanya, "Bu, kenapa kita harus belajar sejarah?" Jawaban guru yang paling inspiratif adalah... A. "Karena itu ada di kurikulum." B. "Supaya kamu naik kelas." C. "Agar kamu bisa belajar dari masa lalu untuk membuat masa depan yang lebih baik, dan memahami perjuangan orang-orang sebelum kita." D. "Tidak tahu, ikuti saja perintah guru." Jawaban: C Menjawab pertanyaan siswa dengan memberikan makna dan konteks akan membangkitkan rasa ingin tahu mereka. Jawaban yang inspiratif mampu menanamkan nilai lebih dalam dari sekadar materi pelajaran.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar