PARADAPOS.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau langsung lokasi kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menghanguskan ratusan bangunan milik warga. Berdasarkan data sementara, kebakaran yang terjadi pada Senin malam itu berdampak pada 304 bangunan, 354 kepala keluarga, atau total 679 jiwa. Sebanyak 26 unit mobil pemadam kebakaran dengan 87 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Korsleting Listrik Jadi Pemicu Utama
Mengutip tayangan Top News, Metro TV, Rano Karno mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di lingkungan tempat tinggal. Menurut hasil survei, hampir rata-rata kebakaran di Jakarta dipicu oleh korsleting listrik. Penggunaan listrik yang berlebihan dalam satu stopkontak menjadi salah satu penyebab yang kerap memicu kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Posko Pengungsian dan Layanan Dukungan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan posko pengungsian yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Posko tersebut menyediakan layanan kesehatan, dapur umum, serta dukungan psikologis bagi warga yang terdampak, khususnya anak-anak. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi selama masa pemulihan.
Tawaran Relokasi ke Rumah Susun
Tidak hanya itu, Rano Karno juga menawarkan warga korban kebakaran Pasar Jiung, Kemayoran, untuk pindah ke rumah susun. Menurutnya, langkah ini dapat meningkatkan kualitas hidup warga. Namun, tawaran itu disambut dengan keraguan dari sebagian warga yang memiliki ikatan emosional kuat dengan tanah kelahiran mereka.
"Tadi sambil lalu saya ngomong dengan beberapa warga, enggak mau coba di rumah susun? 'Aduh, Bang, kita lahir di sini, Bang. Bahkan yang namanya apa, ari-ari kita ditanam di sini'," ujar Rano Karno.
"Saya bilang, 'Eh, saya lahir di Kemayoran, di Kebon Kosong. Ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran. Masa kita mesti sebujak-bujak tinggal di sini?'. Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," lanjutnya.
Di tengah kepungan asap dan puing-puing sisa kebakaran, percakapan antara wakil gubernur dan para korban itu berlangsung hangat. Suasana duka yang menyelimuti lokasi kejadian sedikit terobati oleh kehadiran pejabat yang juga merupakan putra daerah tersebut. Kebakaran hebat di kawasan Jalan Haji Ung atau Pasar Jiung itu menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya listrik di permukiman padat.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun