Desa Ketapanrame Mojokerto Buktikan Integrasi Wisata, UMKM, dan BUMDes Dorong Ekonomi Berkelanjutan

- Rabu, 03 Juni 2026 | 03:00 WIB
Desa Ketapanrame Mojokerto Buktikan Integrasi Wisata, UMKM, dan BUMDes Dorong Ekonomi Berkelanjutan

PARADAPOS.COM - Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berhasil mentransformasi potensi lokal menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui integrasi sektor wisata, produk unggulan masyarakat, dan pengelolaan usaha desa yang terpadu, desa ini menjelma menjadi contoh nyata keberhasilan pemberdayaan berbasis potensi lokal. Percepatan transformasi ini terjadi sejak desa tersebut bergabung dalam Program Desa BRILiaN yang diinisiasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada tahun 2021, sebuah program inkubasi yang berfokus pada penguatan kepemimpinan, tata kelola, inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi.

Wisata Sawah Sumber Gempong: Ikon Baru Ketapanrame

Salah satu wujud nyata dari transformasi tersebut adalah Wisata Sawah Sumber Gempong. Destinasi ini dibangun pada tahun 2021 sebagai pengembangan dari kawasan Taman Ghanjaran yang berada di atas Tanah Kas Desa. Kehadirannya bukanlah hasil kerja satu pihak, melainkan sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat melalui pemanfaatan Pendapatan Asli Desa (PADes), Dana Desa, serta investasi dari warga.

Dengan panorama sawah terasering yang hijau dan sumber mata air alami yang jernih, kawasan ini tidak hanya menawarkan keindahan visual. Lebih dari itu, Sumber Gempong membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar, mulai dari warung makan kecil hingga penyewaan perlengkapan wisata. Seiring waktu, tempat ini bertumbuh menjadi salah satu destinasi unggulan yang memperkuat identitas Ketapanrame sebagai desa wisata.

Selain Sumber Gempong, desa ini juga mengembangkan destinasi lain seperti Taman Ghanjaran, Air Terjun Dlundung, Camping Ground Dlundung, wisata religi Ka’bah, serta kawasan wisata kuliner. Semua titik ini saling terhubung dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

BUMDes dan Unit Usaha Strategis

Aktivitas ekonomi di Ketapanrame berjalan beriringan dengan peran aktif Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lembaga ini mengelola lima unit usaha strategis yang mencakup pengelolaan air minum desa, kios dan kandang ternak, pengelolaan wisata desa, kebersihan lingkungan, hingga sektor permodalan dan kemitraan. Keberadaan BUMDes menjadi tulang punggung yang memastikan setiap potensi dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Produk Unggulan: Dari Kopi hingga Jeruk Nagami

Potensi ekonomi Ketapanrame juga tercermin dari ragam produk unggulan berbasis komoditas setempat. Kelompok tani dan pelaku UMKM setempat tidak hanya menjual bahan mentah. Mereka mengolah kopi Arabica dan Robusta menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti cookies kopi dan cascara, yang memiliki pasar tersendiri.

Tidak hanya kopi, masyarakat juga mengembangkan produk turunan dari jeruk Nagami. Buah mungil ini diolah menjadi selai, sirup, puding, hingga cookies. Aneka produk ini melengkapi kuliner khas desa dan menjadi bagian integral dari aktivitas ekonomi lokal yang terus berputar.

Komitmen pada Keberlanjutan Lewat Pengelolaan Sampah

Komitmen desa terhadap keberlanjutan lingkungan diwujudkan melalui pengelolaan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle) Mutiara Welirang. Unit ini bergerak di bidang pengelolaan dan pemilahan sampah masyarakat. Hingga saat ini, TPS3R tersebut telah bermitra dengan 1.571 konsumen. Keberadaannya tidak hanya menjadi bagian penting dalam mendukung ekonomi sirkular, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan desa agar tetap asri dan sehat.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar