PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada hari Selasa. Langkah ini langsung mendapat respons positif dari DPR RI yang menilai sosok penggantinya, Nanik S Deyang, memiliki rekam jejak lebih kuat di lapangan. Pergantian pimpinan ini merupakan bagian dari evaluasi pemerintah terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk soal tata kelola dan dugaan praktik jual beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Alasan di Balik Perombakan Pimpinan BGN
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut keputusan presiden itu sebagai pilihan yang tepat. Menurutnya, Nanik bukanlah wajah baru di tubuh BGN. Ia sudah lama terlibat langsung dalam pengawasan program MBG sejak awal.
“Pada hemat kami keputusan presiden untuk mengangkat (Nanik S Deyang) walaupun itu hak prerogatif dari pihak pemerintah dalam hal ini presiden, mungkin adalah pilihan yang tepat,” kata Dasco.
Dasco menambahkan, selama menjabat sebagai wakil kepala badan, Nanik dikenal aktif turun ke lapangan. Ia memantau langsung pelaksanaan program dan memahami berbagai persoalan yang muncul di tingkat bawah.
Evaluasi Pemerintah dan Catatan DPR
Pergantian ini tidak terjadi begitu saja. Dasco mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki sejumlah catatan evaluasi yang perlu segera dibenahi. Hal itu ia sampaikan setelah mendengar penjelasan dari Menteri Sekretaris Negara.
“Iya tadi kalau mendengar penjelasan dari Menteri Sekretaris Negara ada hal-hal evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini menyangkut tata kelola dan kemudian kerjasama lintas kementerian yang kemudian dirasa kurang dan beberapa hal yang menjadi catatan-catatan yang menurut pihak pemerintah memang harus dibenahi,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menjelaskan bahwa perombakan ini adalah bagian dari monitoring dan evaluasi rutin. Beberapa persoalan yang menjadi sorotan antara lain kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur, tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Tak hanya Dadan, dua wakil kepala BGN lainnya—Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya—juga ikut dicopot. Posisi wakil kepala kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Harapan DPR untuk Kepemimpinan Baru
Dasco menegaskan bahwa DPR mengapresiasi langkah pemerintah yang mau mendengarkan berbagai masukan dan kritik. Komisi IX DPR sebelumnya telah menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi tertulis terkait pelaksanaan MBG.
Menurutnya, momentum pergantian ini harus menjadi titik awal pembenahan menyeluruh. Tujuannya agar program prioritas Presiden Prabowo berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Pergantian ini tentu tidak akan mempengaruhi pelayanan yang berlangsung selama ini dan harapan kami bahwa tujuan pelayanan terhadap terutama daerah 3T dapat segera direalisasikan,” kata Dasco.
DPR berharap kepemimpinan baru BGN mampu memperkuat pengawasan, memperbaiki tata kelola, dan memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak di daerah terpencil dan tertinggal.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah melakukan audit internal terkait berbagai persoalan yang muncul, termasuk dugaan praktik jual beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kredibilitas program yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Badai Tropis Jangmi Lumpuhkan Listrik 60.000 Rumah, Picu Pembatalan Ratusan Penerbangan di Jepang
KPK Amankan Belasan Orang dan Sita Mobil hingga Logam Mulia dalam OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat
Pemprov Jatim dan Pemkab Magetan Siapkan Sirkuit Suryo Jadi Pusat Pembinaan Otomotif Nasional
PT Pegadaian Buka Pendaftaran Program Magang Magenta Batch 2 Tahun 2026, Hanya Tiga Hari