PARADAPOS.COM - Direktur Hukum dan Kepatuhan PT AIA Financial, Rista Qatrini Manurung, menyatakan optimismenya terhadap prospek industri asuransi di tahun ini. Menurutnya, asuransi telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat untuk perlindungan, didukung oleh berbagai regulasi yang ada. Namun, ia juga mengakui bahwa tahun ini penuh tantangan, terutama dari faktor global yang sulit diprediksi, tingginya inflasi medis, dan rendahnya literasi asuransi di kalangan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Health Insurance Ecosystem Forum 2026 di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Inflasi Medis dan Keseimbangan Premi
Rista tidak menampik bahwa lonjakan inflasi medis menjadi salah satu isu paling krusial. Ia menekankan bahwa kenaikan biaya kesehatan ini jauh melampaui inflasi umum, sebuah fakta yang tidak bisa dihindari.
“Inflasi medis lebih-lebih dari inflasi lainnya, ini suatu fakta yang tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu, peningkatan premi ini harus dihadapi dengan keseimbangan, kepentingan perusahaan agar tumbuh sustain, dengan keterjangkauan ekonomi, dan kesejahteraan konsumen kami,” tegasnya dalam forum tersebut.
Menurutnya, kenaikan premi bukanlah satu-satunya jalan. Perusahaan harus mencari titik temu antara keberlangsungan bisnis dan daya beli masyarakat. Ini adalah tantangan yang membutuhkan pendekatan hati-hati dan strategis.
Tantangan Operasional dan Kolaborasi Lintas Sektor
Selain tekanan inflasi, Rista menyoroti sejumlah hambatan teknis yang masih membayangi industri. Mulai dari sistem operabilitas antar lembaga, kesiapan operasional rumah sakit, hingga masalah pathway dan kendali medis. Semua ini, menurutnya, tidak bisa diselesaikan sendiri oleh perusahaan asuransi.
“Masih ada banyak tantangan yang hanya bisa diselesaikan dengan kolaborasi antara rumah sakit, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Kesehatan, dan juga BPJS,” pungkasnya.
Ia menekankan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan adalah kunci untuk menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Komitmen AIA Financial di Tengah Tekanan
Di tengah berbagai tekanan tersebut, Rista menegaskan komitmen AIA Financial untuk tetap menjadi mitra keuangan yang terpercaya. Perusahaan berupaya memberikan layanan terbaik tanpa serta-merta membebani konsumen dengan kenaikan premi.
“Kami selalu berusaha yang terbaik, tapi bukan dengan menaikkan Premi atau beban klaim, namun tetap menjaga konsumen kami,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal itu, AIA Financial mengandalkan beberapa strategi. Pertama, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pelayanan. Kedua, perancangan desain produk yang tepat sasaran, sehingga fitur yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dari pengamatan di lapangan, pendekatan yang diambil AIA Financial ini mencerminkan upaya serius untuk beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang fluktuatif. Alih-alih reaktif, perusahaan tampak lebih memilih langkah preventif dan inovatif untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Ada Niat Jahat dan Kerugian Negara dalam Pleidoi Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK Usai OTT Dugaan Korupsi Pengurusan TKA
Presiden Prabowo Perkuat BPKP, KPK, dan Kejaksaan untuk Tindak Tegas Korupsi Program Prioritas Nasional
Bea Cukai Bandung Buka Lowongan Petugas Keamanan, Pendaftaran 1-7 Juni 2026