PARADAPOS.COM - Seorang perempuan paruh baya ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya di Desa Jagapura Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu (10/6/2026). Korban bernama Nursaini (47) diduga menjadi korban perampokan setelah sejumlah perhiasan emas miliknya dilaporkan hilang. Jasad pertama kali ditemukan oleh adik kandung korban dalam kondisi mengenaskan dengan luka bacok di kepala dan bekas cekikan di leher. Polresta Cirebon bersama Polsek Gegesik masih menyelidiki kasus ini dan telah mengamankan lokasi kejadian.
Penemuan Jasad yang Menggemparkan Warga
Suasana duka menyelimuti perkampungan di Gegesik ketika kabar kematian Nursaini menyebar. Adik korban yang pertama kali menemukan jasadnya langsung melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa. Menurut keterangan Kasi Pemerintahan Desa Jagapura Kidul, Ismanto, peristiwa ini sontak mengguncang warga setempat.
“Benar ada peristiwa yang menimpa warga kami. Kami langsung melaporkan ke pihak berwajib,” ujarnya.
Sang suami yang mendapat kabar dari seorang rekan tak kuasa menahan tangis. Ia histeris begitu tiba di lokasi dan melihat langsung kondisi istrinya yang sudah tak bernyawa. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Olah TKP dan Pemeriksaan Saksi
Tak lama setelah laporan diterima, petugas dari Inafis Satreskrim Polresta Cirebon bersama Polsek Gegesik tiba di lokasi. Mereka langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Setiap sudut kamar tempat jasad ditemukan diperiksa secara detail untuk mencari jejak yang ditinggalkan pelaku.
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendalami dugaan pembunuhan berencana yang disertai pencurian dengan kekerasan.
“Tim penyidik sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk adik korban yang pertama kali menemukan jasad Nursaini,” jelasnya.
Hingga saat ini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan. Polisi belum bisa memastikan jumlah pelaku maupun motif pasti di balik aksi keji tersebut.
Autopsi dan Pengejaran Pelaku
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, jasad korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Indramayu, guna menjalani autopsi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses penyelidikan yang lebih mendalam.
Di sisi lain, kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. Meski belum ada titik terang mengenai ciri-ciri pelaku, petugas optimis kasus ini akan segera terungkap berkat keterangan saksi dan barang bukti yang dikumpulkan di lokasi kejadian.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
45 Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Hentikan Operasional Akibat Anggaran Tak Kunyah Cair
Gempa M 4,1 Guncang Nias Barat, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Megathrust
BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY Perkuat Sinergi Perluas Literasi Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal
NASA Tunjuk Astronaut Italia Luca Parmitano sebagai Pilot Misi Artemis III