Zimbabwe Pelajari Model Hilirisasi Nikel di IMIP Morowali untuk Perkuat Industri Baja Nasional

- Kamis, 11 Juni 2026 | 11:00 WIB
Zimbabwe Pelajari Model Hilirisasi Nikel di IMIP Morowali untuk Perkuat Industri Baja Nasional
PARADAPOS.COM - Delegasi Zimbabwe Investment Development Agency (ZIDA) melakukan kunjungan studi banding ke Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah, pada 8 hingga 12 Juni 2026. Kunjungan ini bertujuan mempelajari model pengembangan kawasan industri hilirisasi nikel terintegrasi yang dinilai relevan untuk memperkuat sektor baja nasional Zimbabwe. Rombongan ZIDA meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari bandara, jetty, area produksi, hingga Politeknik Industri Logam Morowali, sebagai bagian dari upaya mengadaptasi konsep kemitraan dan tata kelola kawasan terpadu.

Studi Banding ke Kawasan Industri Terintegrasi

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda benchmarking yang menempatkan IMIP sebagai destinasi utama dalam mempelajari zona manufaktur berbasis sumber daya alam. Delegasi ZIDA yang hadir terdiri dari Noel Mahombera (Kepala Bisnis Development), Robin Musonza (Research Manager), Pardon Nyandoro (Investment Manager Bidang Ekonomi), Davison Vandira (Investment Manager Bidang Persiapan dan Pembangunan), serta Nyasha Makuni (Analis Investasi). Turut mendampingi perwakilan dari Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar RI di Harare. Noel Mahombera mengungkapkan, fokus kunjungan pihaknya adalah mendalami konsep pengembangan kawasan industri yang mengintegrasikan hilirisasi baja, rantai pasok, fasilitasi investasi, serta sistem logistik dan ekspor. Menurutnya, model ini sangat relevan bagi upaya Pemerintah Zimbabwe dalam meningkatkan nilai tambah industri berbasis sumber daya mineral.

Ketertarikan pada Model Kemitraan IMIP

"Zimbabwe ingin membuka peluang kerja sama antar negara dan melihat investasi China dengan Indonesia pada jenis model usaha di IMIP. ZIDA ingin mengetahui bagaimana sistem kerja sama yang terjalin di antara kedua negara ini," jelasnya saat kunjungan yang diterima perwakilan manajemen IMIP. Dalam pertemuan tersebut, delegasi Zimbabwe juga menanyakan secara rinci nilai investasi sejumlah fasilitas penunjang, seperti bandara, jetty, dan akomodasi. Antusiasme tinggi dan pertanyaan teknis yang diajukan mengindikasikan ketertarikan serius Zimbabwe untuk mengadaptasi model IMIP dalam konteks pembangunan industri nasional mereka, terutama dalam hal struktur investasi, kapasitas logistik, serta pengelolaan sumber daya manusia.

Peluang Penguatan Hubungan Bilateral

Kunjungan ini membuka peluang nyata bagi penguatan hubungan bilateral Indonesia–Zimbabwe di bidang penanaman modal. Fokus utamanya mencakup promosi investasi, hilirisasi mineral, dan pengembangan kawasan industri berbasis sumber daya alam. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra pembangunan industrialisasi di Afrika. Di tengah meningkatnya kompetisi global atas critical minerals di Afrika, Indonesia mendapatkan keuntungan geopolitik dan ekonomi sekaligus. Model pengembangan IMIP yang berbasis kemitraan dan tata kelola terpadu dinilai menjadi contoh konkret yang dapat diadaptasi oleh negara-negara berkembang lainnya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar