PARADAPOS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, secara tegas membantah spekulasi yang menyebut Ketua Umum partainya, Bahlil Lahadalia, akan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029. Pernyataan ini disampaikan Idrus di Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2025, sebagai respons atas narasi yang berkembang di publik. Menurut Idrus, seluruh energi dan perhatian Bahlil saat ini tercurah pada penguatan konsolidasi internal partai dan kesuksesan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Fokus Bahlil: Konsolidasi Internal dan Dukung Pemerintahan
Di tengah hiruk-pikuk politik menjelang kontestasi nasional mendatang, Idrus memastikan bahwa tidak ada pembahasan serius mengenai pencalonan presiden di tubuh Golkar. Ia menjelaskan bahwa arahan Bahlil sangat jelas, yakni membesarkan partai berlambang pohon beringin itu dan memastikan program-program pemerintah berjalan optimal.
"Fokusnya di situ. Tidak pernah bicara tentang calon presiden," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Kamis (11/6).
Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang muncul setelah Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, melontarkan analisis mengenai peluang elektoral Bahlil. Hasyibulloh sebelumnya mengaitkan peningkatan popularitas Bahlil dengan fenomena lagu viral "MBG" atau "Mas Bahlil Ganteng" di media sosial. Ia menilai tren tersebut bisa menjadi modal politik yang signifikan menuju kontestasi nasional.
Menyesatkan dan Mengadu Domba
Idrus menilai terlalu dini dan tidak tepat jika fenomena viral semacam itu langsung dikaitkan dengan ambisi pencalonan presiden. Baginya, langkah tersebut bukan hanya spekulatif, tetapi juga berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
"Kalau ada opini dibuat begitu, itu opini yang sangat menyesatkan menurut saya. Ini sama dengan mengadu domba," katanya dengan nada tegas.
Ia mengingatkan bahwa opini semacam itu bisa mengganggu konsolidasi yang sedang dibangun dan mengalihkan perhatian dari tugas utama partai saat ini.
Buku "Karya Kekaryaan" Sebagai Penjelasan Arah Politik
Alih-alih berspekulasi tentang Pilpres 2029, Idrus mengajak publik untuk menyimak gagasan Bahlil yang tertuang dalam buku berjudul "Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional". Menurut Idrus, buku tersebut merupakan representasi pemikiran Bahlil mengenai arah pembangunan dan kepemimpinan nasional ke depan.
"Fokusnya itu bagaimana menyukseskan kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini," ujar Idrus, mengutip isi pemikiran Bahlil dalam buku tersebut.
Idrus melanjutkan, keberhasilan pemerintahan Prabowo saat ini merupakan faktor krusial yang akan menentukan kelancaran estafet kepemimpinan di masa mendatang. "Kalau Pak Prabowo sukses pada periode ini, maka itu menjadi eskalator menuju periode berikutnya," kata Idrus.
Dengan demikian, menurut Idrus, seluruh energi kader Golkar saat ini harus difokuskan untuk mendukung penuh kesuksesan pemerintahan yang sedang berjalan, bukan pada skenario politik jangka panjang yang belum waktunya dibahas.
Artikel Terkait
Garuda Muda Tersingkir di Semifinal Piala AFF U-19 Usai Dibungkam Australia 1-0
Erick Thohir Ajak John Herdman Pantau Langsung Timnas U-19 di Medan
360 Jemaah Haji Kloter 06 Debarkasi Banjarmasin Tiba, Disambut Soto Banjar Sebelum Dipulangkan ke Kalteng
Siswi SD di Indonesia, Putri Alya Sidik (9), Luncurkan Tiga Buku Berbahasa Inggris Sekaligus