Kebakaran Hutan di Aceh Barat Meluas hingga 34 Hektare, Enam Kecamatan Terdampak

- Senin, 15 Juni 2026 | 02:50 WIB
Kebakaran Hutan di Aceh Barat Meluas hingga 34 Hektare, Enam Kecamatan Terdampak
PARADAPOS.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat telah meluas hingga 34,1 hektare dalam dua pekan terakhir. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, mengonfirmasi bahwa sebagian besar titik api sudah berhasil dipadamkan, meskipun kondisi cuaca dan medan yang sulit menjadi tantangan utama. Peristiwa ini terjadi sejak 31 Mei 2026 dan melibatkan operasi darat serta udara yang didukung BNPB.

Sebaran Titik Api di Enam Kecamatan

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Barat, kebakaran menyebar di enam kecamatan. Di Kecamatan Bubon, lahan terbakar mencapai 15 hektare di Gampong Berawang dan 10 hektare di Gampong Kuta Padang Layung. Kecamatan Samatiga mencatat kebakaran seluas 4 hektare di Gampong Cot Seumeurueng. Sementara itu, Kecamatan Meureubo terdampak di Gampong Ujong Tanoh Darat dengan luas 2,6 hektare. Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Gampong Lapang (1 hektare) dan Gampong Seunebok (0,5 hektare). Di Kecamatan Arongan Lambalek, kebakaran terjadi di Gampong Gunung Pulo seluas 1 hektare. Angka-angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar lahan yang terbakar berada di area permukiman dan perkebunan warga.

Operasi Pemadaman Maraton dan Dukungan Udara

Teuku Ronal menjelaskan bahwa operasi pemadaman telah berlangsung secara maraton sejak 31 Mei 2026 hingga saat ini. Tidak hanya melalui jalur darat, intervensi penanganan juga diperkuat lewat jalur udara berkat dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Meskipun sudah meluas dan bertambah, sebagian besar lokasi kebakaran sudah berhasil kami padamkan,” ujarnya di Meulaboh, Minggu malam, 14 Juni 2026. Namun, petugas di lapangan menghadapi hambatan serius. Angin kencang serta kepulan asap tebal sangat memengaruhi jarak pandang tim pemadam. Ditambah lagi, akses jalan yang sulit membuat armada roda empat tidak bisa menjangkau seluruh titik api secara langsung. Kondisi ini memaksa petugas untuk bekerja ekstra dengan peralatan yang terbatas.

Sarana dan Prasarana yang Dikerahkan

BPBD Aceh Barat menurunkan sejumlah sarana dan prasarana untuk memadamkan api. Di antaranya dua unit mobil dobel kabin, satu unit Panther Pick-Up, satu unit motor trail, tiga unit mesin pompa air, serta dibantu satu unit armada 014 dan pompa air milik masyarakat gampong. Peralatan ini digunakan secara bergantian di berbagai lokasi yang sulit dijangkau. Akibat kebakaran ini, kerusakan vegetasi tidak terhindarkan. Kabut asap mulai mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat sekitar serta memicu potensi meluasnya api jika tidak segera dilakukan pembatasan. BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar selama kondisi cuaca kering seperti saat ini, karena tindakan tersebut sangat rentan memicu kebakaran lahan.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar