Survei: 73,8 Persen Publik Puas atas Penanganan Bencana Sumatra

- Selasa, 14 April 2026 | 14:00 WIB
Survei: 73,8 Persen Publik Puas atas Penanganan Bencana Sumatra

PARADAPOS.COM - Mayoritas masyarakat Indonesia menilai pemerintah telah bekerja dengan baik dalam menangani bencana di wilayah Sumatra. Hal ini terungkap dari survei terbaru Cyrus Network yang dirilis pada pertengahan April 2026, di mana tingkat kepuasan publik mencapai 73,8 persen. Survei yang digelar awal bulan itu juga menunjukkan adanya tren perbaikan dalam persepsi masyarakat dibandingkan dengan masa awal terjadinya bencana.

Detail Temuan Survei dan Metodologi

Survei Nasional Opini Publik April 2026 oleh Cyrus Network ini dilaksanakan pada 1 hingga 5 April. Dari total responden, 66,4 persen menyatakan puas dan 7,4 persen lainnya sangat puas dengan kinerja pemerintah. Sementara itu, sebanyak 25,2 persen menyatakan ketidakpuasan, dan sisanya tidak menjawab.

Peneliti Utama Cyrus Network, Syahril Ilhami, memaparkan temuan ini dalam sebuah laporan yang dirilis Selasa, 14 April 2026.

"Terkait dengan penanganan bencana Sumatra oleh pemerintah, ada 73,8 persen publik merasa puas," jelasnya.

Survei ini melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 126 desa dan kelurahan di seluruh 38 provinsi. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak bertingkat (multistage random sampling) dengan wawancara tatap muka. Hasil survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,82 persen. Untuk memastikan kualitas data, tim melakukan kontrol ketat dengan mengecek ulang 40 persen responden dan memverifikasi kesesuaian pengisian kuesioner.

Tren Positif dan Harapan Publik

Meski mayoritas puas, publik ternyata memiliki harapan yang tinggi agar kinerja ini terus ditingkatkan. Sebanyak 95,6 persen responden berpendapat bahwa penanganan bencana ke depan harus lebih baik lagi. Namun, tren positif tetap terlihat jelas. Sebanyak 79,6 persen masyarakat menilai penanganan saat ini lebih baik dibandingkan periode awal bencana.

"Jika bicara hari ini, maka publik merasa penanganan bencana oleh pemerintah lebih baik ketimbang sebelumnya," ungkap Syahril.

Beberapa indikator kunci turut mendukung angka kepuasan yang tinggi ini. Akses informasi yang mudah dinilai oleh 87,4 persen responden, sementara 83,6 persen meyakini pemerintah mampu mengatasi dampak pascabencana. Selain itu, 81,4 persen menyatakan bahwa bantuan telah tepat sasaran.

Penilaian terhadap Kinerja Instansi

Survei ini juga merinci tingkat kepuasan masyarakat terhadap lembaga-lembaga yang terlibat langsung di lapangan. Dalam hal ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) meraih penilaian tertinggi.

"Terkait dengan instansi yang berperan aktif dalam penanganan bencana, paling tinggi tingkat kepuasannya adalah TNI dengan 94,4 persen," tutur Syahril.

Di belakang TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperoleh kepuasan 85,8 persen, disusul pemerintah daerah terdampak (85,4 persen). Perusahaan negara seperti PT PLN (83,1 persen) dan PT Pertamina (81,4 persen) juga mendapat apresiasi. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Pekerjaan Umum masing-masing mendapat nilai di atas 80 persen, dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperoleh 79,9 persen.

Indikator lain yang diamati adalah kecepatan respons dan koordinasi, yang dinilai baik oleh 80,8 persen responden. Sebanyak 74,1 persen juga berpendapat bahwa bantuan yang diberikan telah memadai untuk kebutuhan dasar para korban.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar