PARADAPOS.COM - Harga emas dunia diprediksi masih berpeluang menguat pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, didorong kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang saling menguatkan. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai logam mulia masih menjadi primadona di tengah ketidakpastian ekonomi global, dengan target resistance terdekat di level USD4.354 per troy ons dan potensi lanjutan ke USD4.421 per troy ons. Momentum bullish yang terlihat sejak beberapa sesi sebelumnya, ditambah pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, menjadi katalis utama yang menjaga ruang kenaikan harga emas tetap terbuka dalam jangka pendek.
Momentum Teknikal Masih Mendominasi
Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan Geraldo Kofit, pergerakan Gold atau XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang cukup solid. Pada sesi perdagangan pagi, harga bergerak naik secara agresif dan mampu mempertahankan tren positif yang telah terbentuk sejak beberapa sesi sebelumnya. Di lapangan, para trader tampak masih percaya diri menahan posisi beli mereka.
"Kenaikan yang berlangsung secara impulsif tersebut mencerminkan minat beli masih mendominasi pasar," ungkap Geraldo dalam analisis hariannya, Senin, 15 Juni 2026.
Menurut Geraldo, penguatan yang terjadi saat ini membuka peluang bagi harga emas untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di level USD4.354 per troy ons. Apabila momentum beli tetap terjaga dan tidak muncul tekanan jual yang signifikan, harga berpotensi melanjutkan penguatan hingga mencapai target berikutnya di level USD4.421 per troy ons.
Dari sisi teknikal, tren naik masih terlihat cukup kokoh. Meskipun harga telah mengalami kenaikan dalam waktu relatif singkat, belum terlihat adanya sinyal yang menunjukkan perubahan arah menjadi bearish. Hal ini membuat peluang kenaikan masih lebih besar dibandingkan potensi koreksi dalam jangka pendek.
Sinyal Stochastic dan Level Support Kunci
Indikator stochastic juga memberikan sinyal yang mendukung pergerakan tersebut. Saat ini stochastic berada di area overbought atau jenuh beli. Meski kondisi tersebut sering dikaitkan dengan peluang koreksi, indikator tersebut belum memperlihatkan tanda-tanda pelemahan ataupun pembalikan arah yang kuat. Dengan kata lain, momentum beli masih mendominasi sehingga tren naik masih memiliki peluang untuk berlanjut.
Dalam kondisi seperti ini, area support terdekat menjadi level penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, tren bullish diperkirakan masih akan berlanjut.
"Sebaliknya, jika tekanan jual mulai meningkat dan harga gagal mempertahankan support, peluang koreksi akan mulai terbuka. Namun untuk saat ini, skenario utama masih mengarah pada kelanjutan penguatan harga," papar dia.
Fundamental: Ketidakpastian Global Jadi Pendorong Utama
Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga didukung oleh sentimen fundamental yang masih berpihak pada aset safe haven. Salah satu pendorong utama kenaikan harga adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang membuat investor kembali mencari instrumen investasi yang dinilai lebih aman.
Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di sejumlah kawasan, serta tingginya volatilitas di pasar keuangan menjadi faktor yang mendorong permintaan terhadap emas. Dalam situasi seperti ini, emas umumnya menjadi salah satu pilihan utama investor untuk melindungi nilai aset mereka dari risiko ketidakpastian.
Di samping itu, jelas Geraldo, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan dukungan tambahan terhadap harga emas. Ketika nilai dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya mampu meningkatkan permintaan terhadap logam mulia dan mendorong harga bergerak lebih tinggi.
Penurunan Yield Obligasi dan Ekspektasi Suku Bunga
Faktor lain yang turut menopang penguatan emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi turun, biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah. Hal ini membuat emas semakin menarik karena investor tidak kehilangan peluang memperoleh imbal hasil yang besar dari instrumen pendapatan tetap.
Menurut dia, pasar juga mulai memperhatikan kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Munculnya ekspektasi bank sentral Amerika Serikat akan mengambil sikap yang lebih longgar terhadap suku bunga menjadi sentimen positif bagi emas.
"Jika peluang penurunan suku bunga semakin besar, maka tekanan terhadap dolar berpotensi meningkat dan memberikan ruang bagi harga emas untuk melanjutkan kenaikan," terang Geraldo.
Selain itu, sejumlah pelaku pasar masih menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat, termasuk inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan aktivitas manufaktur. Apabila data tersebut menunjukkan perlambatan, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed dapat semakin menguat. Kondisi tersebut biasanya berdampak positif terhadap harga emas karena mengurangi daya tarik aset berbasis dolar.
Prospek Jangka Pendek: Positif dengan Catatan
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas pada perdagangan hari ini masih cenderung positif. Kombinasi momentum teknikal yang kuat, dominasi tekanan beli, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, pelemahan dolar AS, serta turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat menjadi faktor yang mendukung peluang kenaikan harga.
"Selama harga mampu bertahan di atas area support terdekat, emas diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan menuju level resistance USD4.354 per troy ons dan selanjutnya menguji area USD4.421 per troy ons dalam jangka pendek," ungkap Geraldo.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Trump Umumkan Kesepakatan dengan Iran, Selat Hormuz Kembali Dibuka
Danantara Pisahkan Fungsi Pengelolaan Aset dan Investasi untuk Lindungi BUMN
Kejaksaan Agung Serahkan Rp1,03 Triliun Hasil Pemulihan Aset ke Kemenkeu
YAICI dan Relawan Tangani Malnutrisi Balita di Tiga Wilayah Bencana, Anak Terpaksa Konsumsi Air Tajin