PARADAPOS.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga saat ini masih mengkaji permohonan status "justice collaborator" (JC) yang diajukan oleh mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Inspektur Jenderal (Purn.) Sony Sonjaya. Sony telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026. Di tengah proses hukum itu, pengacara Sony mengungkapkan bahwa kliennya telah menyetorkan 26 nama yang diduga turut terlibat dalam perkara tersebut.
Kejagung Masih Kaji Permohonan JC Sony Sonjaya
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah, mengonfirmasi bahwa pihaknya belum mengambil keputusan akhir. Ia menjelaskan, ada tiga aspek utama yang menjadi pertimbangan sebelum permohonan JC dapat dikabulkan.
“Nah, ini ada tiga nih. Satu kita lihat apa alat bukti yang ada. Perlu enggak keterangan dari dia lagi,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Febrie menambahkan, penyidik juga perlu menilai sejauh mana kontribusi Sony dalam mengungkap perkara secara keseluruhan. “Yang kedua, sampai sebatas apa dia kalau posisi JC, bisa enggak maksimal yang seperti apa yang di kapasitas JC-nya? Nah, ini masih butuh waktu lah ya, sebentar tadi kita putuskan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan tersebut belum dapat diambil dalam waktu dekat karena masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Mengenai jadwal pemeriksaan ulang terhadap Sony, Febrie mengaku belum mengetahuinya secara pasti. “Wah, kalau pemeriksaan itu pekan ini, jadwalnya di Pidsus lah ya,” ungkapnya.
26 Nama Disebut Sudah Masuk BAP
Di sisi lain, pengacara Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya telah memberikan informasi penting kepada penyidik. Sebanyak 26 nama yang diduga terlibat dalam kasus korupsi MBG telah diserahkan dan tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Sudah kita sampaikan ke penyidik, sudah ada di BAP,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 10 Juni 2026.
Informasi ini menjadi sorotan publik, mengingat kasus dugaan korupsi di BGN menyangkut program strategis nasional yang langsung digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah Sony yang membuka sejumlah nama besar ini dinilai sebagai upaya untuk menunjukkan itikad baik dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Halal Food Festival di Taman Bendera Pusaka, Pemprov DKI Dorong Kebangkitan Ekonomi Kreatif saat Muharram
Polisi Pakistan Tembak Keliru, Bocah Australia Tewas di Punjab
BGN Hentikan Sementara Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah untuk Audit Seluruh Dapur
154 Kejadian Karhutla di Sumsel Terjadi Sejak Awal Tahun, PALI Catat Kasus Tertinggi