BNPB Imbau Warga Sigi Waspadai Gempa Susulan Pascagempa M6,7 yang Tewaskan Satu Orang

- Rabu, 17 Juni 2026 | 04:25 WIB
BNPB Imbau Warga Sigi Waspadai Gempa Susulan Pascagempa M6,7 yang Tewaskan Satu Orang
PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan pasca-gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27 WIB. Gempa darat dengan kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer ini telah menimbulkan satu korban jiwa dan merusak sejumlah bangunan. Hingga saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya 118 kali gempa susulan.

Potensi Gempa Susulan dalam Sepekan ke Depan

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa dalam satu minggu ke depan masih ada kemungkinan terjadinya gempa susulan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Fenomena ini, menurutnya, merupakan bagian dari proses alamiah pelepasan energi sisa dari aktivitas tektonik yang telah terjadi sebelumnya. “Hal-hal yang perlu diwaspadai sudah kita sampaikan kepada masyarakat. Mungkin saja dalam satu minggu ini fenomena gempa susulan dengan kekuatan yang masih bisa dirasakan masyarakat akan terjadi karena ada pelepasan energi,” ujar Abdul dalam konferensi pers, Rabu, 17 Juni 2026.

Imbauan bagi Warga yang Rumahnya Terdampak

BNPB secara khusus meminta warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa utama untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diimbau untuk tidak kembali ke bangunan yang mengalami rusak berat sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh pihak berwenang. Abdul juga menekankan pentingnya pengecekan mandiri terhadap kondisi bangunan pasca-gempa. Perhatian khusus perlu diberikan pada struktur rumah yang berpotensi mengalami kerusakan, seperti retakan pada dinding atau pergeseran pada bagian atap. “Kalau ada retakan atau kerusakan struktur dinding roboh, diperiksa masing-masing kondisi dudukan kaki-kaki atap rumah. Kalau ada yang bergeser akibat gempa kemarin, sebaiknya segera dilaporkan kepada BPBD setempat atau perangkat desa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Prioritas Keselamatan dan Koordinasi di Lapangan

Dalam masa tanggap darurat ini, BNPB mengingatkan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Koordinasi yang erat antara warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan aparat setempat dinilai sangat krusial untuk mengantisipasi risiko lanjutan akibat gempa susulan. Di tengah situasi yang masih dinamis, warga diharapkan tetap tenang namun waspada. Gempa utama yang berpusat di darat tersebut tidak menimbulkan tsunami di Palu, namun guncangan susulan tetap perlu diantisipasi, terutama bagi mereka yang tinggal di bangunan dengan struktur yang sudah melemah.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar