Menlu RI di KTT ASEAN-Rusia: Dorong Kerja Sama Energi-Pangan dan Soroti Palestina

- Kamis, 18 Juni 2026 | 16:00 WIB
Menlu RI di KTT ASEAN-Rusia: Dorong Kerja Sama Energi-Pangan dan Soroti Palestina
PARADAPOS.COM - Menteri Luar Negeri RI Sugiono memimpin Delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia, pada 17-18 Juni 2026. Mewakili Presiden Prabowo Subianto, ia menekankan pentingnya kemitraan strategis bagi 670 juta warga Asia Tenggara di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Dalam forum tersebut, Indonesia mendorong penguatan kerja sama di bidang energi dan pangan, serta menyoroti situasi di Palestina.

Pesan Presiden di Tengah Dinamika Global

Dalam pidatonya, Sugiono menyampaikan pesan langsung dari Presiden Prabowo mengenai urgensi menjaga kualitas kemitraan. Menurutnya, di era yang penuh ketidakpastian, ketahanan suatu kawasan sangat bergantung pada pilihan mitra strategisnya. “Ketahanan kita diperkuat oleh kualitas kemitraan kita. Karenanya, memilih siapa mitra kita sangatlah penting,” tegas Sugiono, seraya menekankan sentralitas ASEAN sebagai fondasi utama dalam setiap kerja sama. Pernyataan ini disampaikan berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, Kamis (18/6/2026).

Rusia: Mitra Kunci untuk Energi dan Pangan

Indonesia memandang Rusia memiliki peran vital dalam mendukung ketahanan energi dan pangan di kawasan. Sugiono secara spesifik menyoroti potensi kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu produsen energi terbesar dunia. Ia menekankan perlunya pengamanan pasokan minyak bumi dan gas, serta menjajaki pembangunan energi nuklir untuk tujuan damai. Tak hanya energi, sektor pangan juga menjadi sorotan utama. Rusia, dengan kekuatannya sebagai produsen pupuk dan gandum, dinilai sebagai mitra strategis bagi ASEAN. “ASEAN dan Rusia harus bekerja sama memastikan kestabilan dan kelancaran pasokan pangan di kawasan. Setiap keluarga di ASEAN berhak mendapatkan asupan makanan bergizi yang terjangkau,” ujar Sugiono, menegaskan komitmen kemanusiaan di balik agenda ekonomi.

Integrasi Ekonomi dan Forum Bisnis

Isu integrasi ekonomi antara ASEAN dan Eurasia turut menjadi bahasan hangat. Kedua kawasan dinilai masih menyimpan potensi besar yang belum tergarap maksimal, terutama dalam hal konektivitas, perdagangan, dan investasi. Suasana di sela-sela KTT pun diramaikan oleh ASEAN-Russia Business Forum. Forum ini menjadi ajang bagi para pelaku bisnis dari negara-negara ASEAN dan Rusia untuk saling bertemu, berdiskusi, dan menjajaki peluang kerja sama yang lebih konkret.

Sorotan pada Palestina dan Hasil KTT

Mengenai situasi global, Indonesia menyambut baik upaya realisasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, secara konsisten, delegasi Indonesia juga menyoroti kondisi memprihatinkan di Palestina. Sugiono menekankan pentingnya upaya kolektif untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. KTT ini akhirnya menghasilkan empat dokumen penting yang memperkuat komitmen kedua pihak. Dokumen tersebut meliputi Deklarasi Kazan, Pernyataan Bersama di bidang energi dan budaya, serta Rencana Aksi untuk lima tahun ke depan. Kehadiran Menlu RI dalam forum ini menjadi bukti nyata upaya konsisten Indonesia. Langkah ini tidak hanya bertujuan memanfaatkan setiap kemitraan untuk mendukung prioritas nasional yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan inklusivitas ASEAN dalam menjalin hubungan dengan seluruh mitranya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar