PARADAPOS.COM - Seorang warga Lumajang, Very Irawan (33), meninggal dunia pada Minggu sore, 21 Juni 2026, setelah menjadi korban semburan letusan sekunder awan panas Gunung Semeru. Peristiwa yang terjadi di aliran Sungai Besuk Kobokan pada Sabtu, 19 Juni 2026 itu menyebabkan korban mengalami luka bakar hingga delapan puluh persen di sekujur tubuhnya. Very Irawan, yang beralamat di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Haryoto Lumajang.
Kronologi Kejadian dan Penanganan Medis
Material panas yang longsor dari puncak Semeru menyambar korban saat ia tengah beraktivitas di sekitar bantaran sungai. Tim medis di RSU dr Haryoto berupaya menyelamatkan nyawa Very melalui serangkaian tindakan operasi, namun luka bakar yang dideritanya terlalu parah. Suasana duka menyelimuti keluarga yang setia menunggui sejak korban pertama kali dilarikan ke rumah sakit.
Penyelidikan Kepolisian
Pihak kepolisian langsung bergerak cepat pasca-peristiwa nahas tersebut. Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengonfirmasi kabar duka ini pada Minggu malam.
“Keterangan yang kami dapat, tadi siang yang bersangkutan meninggal di RSU dr Haryoto Lumajang saat perawatan. Untuk sementara langkah kami kita lakukan penyelidikan dan kita memeriksa beberapa saksi yang mengetahui saat kejadian,” ujar Ipda Suprapto.
Tim dari Polres Lumajang saat ini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar aliran Sungai Besuk Kobokan. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata juga terus digencarkan untuk mengumpulkan keterangan lebih lengkap mengenai detik-detik semburan material panas tersebut.
Aktivitas Gunung Semeru Terkini
Sementara itu, kondisi Gunung Semeru masih menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam enam jam terakhir, tercatat dua belas kali gempa letusan, tiga kali gempa embusan, dan satu kali gempa tektonik jauh. Status gunung berapi tersebut masih bertahan di Level III atau Siaga, mengindikasikan potensi bahaya yang masih mengancam daerah sekitar.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
De la Fuente Mulai Lamine Yamal, Spanyol Andalkan Kreativitas Hadapi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
ASDP Kembangkan Pelabuhan Tanjung Uban Bintan, Target Rampung Akhir 2026
Gibran Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum Roy Suryo dan Dr Tifa
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan yang Wajib Disembuhkan, Desak Pemerintah Sediakan Rehabilitasi