Empat BUMN Laporkan Realisasi PMN 2025 ke DPR, Fokus pada KRL Baru hingga Kapal Penumpang

- Senin, 22 Juni 2026 | 19:25 WIB
Empat BUMN Laporkan Realisasi PMN 2025 ke DPR, Fokus pada KRL Baru hingga Kapal Penumpang
PARADAPOS.COM - Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaporkan realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2025 kepada Komisi XI DPR RI dalam rapat dengar pendapat yang digelar di gedung DPR, Jakarta, Senin (22/6/2026). Keempat BUMN tersebut adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). Ketua Komisi XI DPR Misbakhun menegaskan bahwa seluruh dana PMN harus digunakan secara tepat sasaran, berorientasi pada peningkatan layanan publik, dan tidak boleh menimbulkan dana menganggur.

PMN untuk KAI: Penambahan KRL Baru dan Retrofit Armada

Dalam paparannya, Misbakhun menyampaikan bahwa PMN yang dialokasikan untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan difokuskan pada dua hal utama. Pertama, pengadaan kereta rel listrik (KRL) baru untuk memperkuat armada. Kedua, melakukan retrofit atau peremajaan terhadap rangkaian kereta yang sudah ada. “Dioptimalkan sesuai rencana bisnis dan jadwal pelaksanaan proyek yang telah ditetapkan, sehingga tidak berdampak pada ketergantungan pelayanan publik dan menimbulkan idle fund yang mengurangi efektivitas investasi pemerintah,” ujarnya dalam rapat tersebut.

INKA: Modernisasi Fasilitas dan Pengembangan Teknologi

Untuk PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, suntikan modal negara digunakan untuk mendukung transformasi industri perkeretaapian nasional. Dana tersebut diarahkan untuk modernisasi fasilitas produksi, pengembangan teknologi, serta integrasi transformasi digital. Langkah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sarana perkeretaapian dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing produk kereta api buatan Indonesia. Selain itu, sebagian dana juga dialokasikan untuk mengoptimalkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada setiap produk yang dihasilkan.

Pelni: Pengadaan Armada Kapal Penumpang Baru

Sektor transportasi laut juga mendapat perhatian. PMN untuk PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni digunakan untuk pengadaan armada kapal penumpang baru. Kapal-kapal ini akan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditentukan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan moda transportasi laut yang lebih modern dan andal.

Komitmen Bersama: Konektivitas, Keselamatan, dan Efisiensi

Dalam kesempatan yang sama, Misbakhun juga menyoroti komitmen bersama dari tiga BUMN—KAI, INKA, dan Pelni. Ia menekankan bahwa setiap penggunaan PMN harus berorientasi pada peningkatan konektivitas, kapasitas layanan, keselamatan, serta efisiensi operasional perusahaan. “PT Kereta Api Indonesia, PT Kereta Api Industri Kereta Api, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia Persero memastikan setiap penggunaan PMN harus berorientasi pada peningkatan konektivitas kapasitas layanan, keselamatan, efisiensi operasional perusahaan serta memberikan dampak multi-layar efek pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

PT Sarana Multigriya Finansial: Antisipasi Risiko Suku Bunga

Terakhir, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menggunakan dana PMN untuk mengantisipasi risiko kenaikan suku bunga. Langkah ini dinilai penting karena fluktuasi suku bunga dapat mempengaruhi besaran leverage atas PMN tahun 2025. Dana tersebut akan digunakan untuk mewujudkan pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sebuah sektor yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar